Tampilkan postingan dengan label Malaikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaikat. Tampilkan semua postingan

Iman Kepada Malaikat


Iman terhadap malaikat merupakan rukun iman yang kedua setelah iman kepada Allah SWT. Maksudnya iman kepada malaikat yaitu kita wajib percaya dan yakin bahwa malaikat itu ada meskipun kita tidak bisa melihatnya.

Malaikat merupakan salah satu makhluk Allah SWT. yang diciptakan-Nya dari cahaya dan bersifat lembut atau halus (fisiknya tak bisa kita lihat). Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW., “khuliqotil-malaaikatu min-nuurin,” malaikat itu diciptakan dari cahaya.

Karena tercipta dari cahaya dan bersifat lembut atau halus inilah, maka malaikat tak mampu ditangkap oleh indera penglihatan kita sebagaimana ketidakmampuan kita untuk melihat udara. Kendati demikian, ketidakmampuan ini hanyalah bila malaikat dalam bentuk wujud aslinya. Apabila malaikat mewujud fisik seperti manusia, maka manusia seperti kita tetap bisa melihatnya.

Contohnya seperti Siti Maryam ketika didatangi malaikat Jibril yang memberinya kabar perihal akan lahirnya seorang anak (Nabi Isa AS.) dari rahimnya. Ketika mendatangi Siti Maryam ini, malaikat Jibril mewujud diri sebagai manusia sebagaimana firman Allah SWT. dalam Surat Maryam, ayat 17 yang berbunyi, “fa-arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fatamatstsala lahaa baysaron sawiyyan,” kemudian Allah SWT. mengutus malaikat Jibril kepada Siti Maryam. Maka malaikat Jibril menampakkan diri kepada Siti Maryam dalam wujud manusia yang sempurna.

Ada lagi bukti lainnya mengenai terlihatnya malaikat dalam bentuk wujud manusia yang oleh manusia bisa dilihat. Yaitu ketika Nabi Muhammad SAW. diberitahu atau diajari oleh malaikat Jibril tentang Iman, Islam dan Ihsan melalui metode tanya jawab.

Waktu itu Nabi Muhammad SAW. sedang bersama para sahabatnya sehingga mereka semua melihat malaikat Jibril yang tengah mewujud dalam bentuk seorang pria. Ada sahabat yang mengatakan pria itu tampan, wangi baunya dan pakaiannya tidak tersentuh oleh debu. Sahabat lain ada yang mengatakan pria itu berkulit putih dan berambut hitam. Ada juga sahabat lain yang mengatakan bahwa tidak ada bekas atau tanda pada pria itu dari telah melakukan perjalanan jauh, padahal tidak ada orang yang mengenalinya.

Dalam kitab Jawaahirul-Kalaamiyyah Fii Iidloohil-Aqiidatil-Islaamiyyah karangan Syaikh Thohir Al-Jazairi disebutkan bahwa manusia sebenarnya juga bisa melihat wujud asli malaikat. Hanya saja, hal itu dikhususkan oleh Allah SWT. bagi para Nabi. Itupun dalam rangka untuk
menyelesaikan permasalahan—permasalahan agama dan hukum-hukum syari'at.

Nabi Muhammad SAW. sendiri pernah mengalami hal ini sebagaimana yang diriwayatkan dari Sayyidatina Siti Aisyah RA. yang kuranglebih berbunyi, “roaa Jibriila 'alaa shuurotihi marrotaini,” Nabi Muhammad SAW. melihat malaikat Jibril dalam bentuk wujudnya yang asli sebanyak dua kali.

Selain merupakan makhluk yang terbuat dari cahaya dan juga lembut atau halus yang tidak bisa dilihat oleh manusia, malaikat itu tidak makan, tidak minum, tidak tidur, tidak nikah, tidak beranak, tidak berbapak dan tidak beribu. Juga tidaklah berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Tidak pula banci.

Orang-orang Arab Jahiliyyah jaman dahulu memiliki prasangka bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah SWT. Menjawab prasangka ini, Allah SWT. kemudian berfirman dalam Al-Quran, Surat Al-Anbiyaa', Ayat 26 yang berbunyi, “subhaanahuu, bal 'ibaadun mukromuuna, laa yasbiquunahuu bil-qouli, wahum biamrihii ya'maluuna,” Maha Suci Allah SWT., sebenarnya para malaikat adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka tidak berbicara mendahului Allah SWT. dan mereka melaksanakan perintah Allah SWT.

Selain membantah anggapan bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah SWT . (karena Allah SWT. itu tidak beranak dan tidak diperanakkan), ayat di atas juga memberikan informasi kepada kita bahwa malaikat merupakan makhluk Allah SWT. yang mulia dan tidak pernah mendahului satu perkara pun dihadapan Allah SWT. Juga malaikat itu tidak pernah membangkang kepada Allah SWT. sekaligus senantiasa melaksanakan segala perintah-perintah-Nya.

Adapun makhluk Allah SWT. yang berupa malaikat ini jumlahnya sangat banyak sekali. Pada setiap tetes air hujan saja ada malaikat yang menyertainya. Namun, hanya Allah SWT. sajalah yang mengetahui persis keseluruhan jumlah totalnya.

Dan diantara mereka ini ada yang ditugaskan oleh Allah SWT. sebagai utusan-Nya untuk para Nabi dan para Rasul, yaitu malaikat Jibril. Ada yang ditugaskan sebagai pembagi rizki, yaitu malaikat Mikail. Ada yang ditugaskan sebagai peniup sangkakala besok dihari akhir, yaitu malaikat Isrofil. Ada juga yang ditugaskan sebagai pencabut nyawa, yaitu malaikat Izroil.

Selain itu, ada lagi malaikat yang tugasnya mencatat semua perilaku, baik perilaku baik oleh malaikat Roqib maupun perilaku buruk oleh malaikat Atid. Ada pula yang ditugaskan di alam kubur untuk menanyai manusia tentang apa yang sudah diperbuatnya selama masih hidup di alam dunia sebelumnya, yaitu malaikat Munkar dan malaikat Nakir. Ada lagi yang tugasnya menjaga gerbang surga, yait u malaikat Ridlwan, dan penjaga neraka, yaitu malaikat Malik.

Inilah diantara malaikat-malaikat yang diketahui nama-nama dan tugas-tugasnya. Dan masih banyak lagi malaikat-malaikat yang lainnya dengan tugas-tugas yang berbeda. Misalnya ada malaikat muqorrobun, malaikat pembawa 'arsy dan lain sebagainya.

Akhirnya, demikianlah sekelumit pemaparan kami mengenai malaikat yang wajib kita imani. Semoga bisa dimengerti, dipahami dan bermanfaat untuk kita semua. Juga, semoga Allah SWT. memberikan tambahan ni'mat kepada kita semua berupa ni'mat bisa meneladani sifat makhluk ciptaan-Nya yang bernama malaikat ini. Yaitu sifat yang tidak pernah membangkang kepada Allah SWT. dan yang senantiasa melaksanakan dan menunaikan segala titah-titah -Nya. Amin. WaLlaahu a'lam. []

Oleh: Agus Setyabudi, Khodim di Madrasah Diniyyah Al-Ibriz Iru Nigeiyah, Kurwato, Sorong, Papua Barat.
Read More