rumahnahdliyyin.com - Hizbut Tahrir berasal dari bahasa Arab yang disusun dalam bentuk idlofah. Hizb sebagai mudlof (kata yang disandari) yang dalam bahasa Indonesia berarti partai dan tahrir sebagai mudlof ilaihi (kata yang bersandar kepada mudlof) yang berarti pembebasan. Sehingga, Hizbut Tahrir dalam bahasa Indonesia berarti Partai (untuk) Pembebasan.
Saya kutipkan definisi Hizbut Tahrir dari sebuah buku sangat tipis berbahasa Arab, karena bahasa resmi Hizbut Tahrir adalah Bahasa Arab, berjudul Hizb At-Tahrir yang
terdiri dari 106 halaman yang terdapat definisi (at-ta’rif) dari Hizbut Tahrir sebagai berikut:
حزب التحرير هو حزب سياسي مبدؤه الإسلام فالسياسة عمله والإسلام مبدؤه وهو يعمل بين الأمة ومعها لتتخذ الإسلام قضية لها وليقودها الإعادة الخلافة والحكم بما أنزل الله إلى الوجود وحزب التحرير هو تكتل سياسي وليس تكتلا روحيا ولا تكتلا علميا ولا تعليميا ولا تكتلا خيريا
"Hizbut Tahrir adalah partai politik. Ideologinya, Islam. Maka, politik adalah aktivitasnya, sedangkan Islam adalah ideologinya. Hizbut Tahrir selalu beraktivitas diantara umat dan bersamanya untuk menjadikan Islam sebagai petunjuk baginya dan agar menjadi penuntunnya untuk mengembalikan Al-Khilafah dan berhukum dengan apa yang diturunkan Allah kepada wujud. Hizbut Tahrir adalah perhimpunan (organisasi) yang bersifat politik. Bukan organisasi kerohanian. Bukan organisasi ilmiah. Bukan organisasi pendidikan dan bukan pula organisasi sosial.”
Baca Juga: Jubir HTI Bungkam di Pengadilan
Dalam buku berbahasa Arab yang berjudul Hizbut Tahrir tersebut, dijelaskan tentang aktivitas atau kegiatan Hizbut Tahrir yang keseluruhannya adalah aktivitas politik dengan penjelasan sebagai berikut:
فعمل الحزب كله عمل سياسي سواء أكان خارج الحكم أم كان في الحكم وليس عمله تعليميا فهو ليس مدرسة كما أن عمله ليس وعظاوإرشادا بل عمله سياسي تعطى فيه أفكار الإسلام وأحكامه ليعمل بها ولتحمل لإيجادها في واقع الحياة والدولة
"Maka, aktivitas Hizbut Tahrir semuanya adalah aktivitas politik, baik aktivitas itu diluar hukum atau didalam hukum. Aktivitasnya bukan bersifat pendidikan. Sehingga ia bukanlah madrasah sebagaimana bahwa aktivitasnya bukanlah memberikan petuah dan bimbingan. Namun, aktivitasnya bersifat politik yang didalamnya diberikan gagasan-gagasan Islam dan hukum-hukumnya agar diamalkan dan diwujudkan dalam kehidupan nyata dan negara (daulah islamiyyah).”
Baca Juga: Khilafah itu Institusi Politik, Bukan Agama
Website resmi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)--yang merupakan bagian Hizbut Tahrir (HT)--juga menyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah sebuah partai politik yang beridiologi Islam. Bukan organisasi kerohanian, bukan lembaga ilmiah, bukan lembaga pendidikan dan bukan pula lembaga sosial. Hizbut Tahrir bermaksud membangun kembali Daulah Khilafah Islamiyah di muka bumi.
Dalam buku berbahasa Inggris, The Method to Re-Estasblish the Khilafah and Resume the Islamic Way of Life, yang dirilis oleh Hizbut Britain dinyatakan bahwa Hizbut Tahrir sebagai partai dimaksudkan untuk bekerja ke arah pembentukan pemerintahan, menerapkan Islam secara komprehensif dan membawa pesannya ke seluruh dunia.
Baca Juga: UAS, Gus Nadir dan Kritik Nalar Atas Hadits Khilafah ala HTI
Dari berbagai kutipan diatas cukup jelas bahwa HTI adalah partai politik yang merupakan bagian dari Hizbut Tahrir yang juga partai politik. Bahkan, satu-satunya partai politik Islam di dunia Internasional.
* Oleh: KH. Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU. Tulisan ini diambil dari tulisan beliau (bagian Definisi Hizbut Tahrir) yang dipresentasikan pada tanggal 15 Maret 2018 dihadapan Majelis Hakim PTUN dalam perkara gugatan TUN yang diajukan oleh ex-HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) terhadap Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM, Nomor: AHU-0028.60.10 Tahun 2014 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum HTI.
