rumahnahdliyyin.com, Klaten - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPNU-IPPNU) Klaten bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten mengadakan Pendidikan Demokrasi Pelajar dan Sosialisasi Pemilih Pemula pada Minggu kemarin, 25 Maret 2018. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor PCNU Klaten itu dihadiri oleh Pengurus PC. IPNU-IPPNU serta pengurus harian Anak Cabang se-Kabupaten Klaten.
Dalam sambutannya, Ketua PC. IPNU Klaten, rekan Muchtar, mengatakan bahwa IPNU hari ini adalah pemimpin masa depan. Pembekalan tentang ilmu sosial seperti demokrasi adalah barang wajib yang harus dilakukan. Jadi segala aspek, baik religius, akademik maupun sosial, IPNU-IPPNU harus memilikinya untuk menjadi modal sebagai pemimpin dikemudian hari kelak.
Baca Juga: Geber Musholla IPNU-IPPNU Klaten
Ditambahkan pula oleh rekanita Fitroh Nahdliyah yang selaku Ketua PC. IPPNU Klaten dalam sambutannya bahwa hari ini apatisnya masyarakat, terutama pemuda dan pelajar, terhadap demokrasi Indonesia menjadi keprihatinan bersama. Maka dengan kegiatan ini, diharapkan menjadi awal yang baik bahwa pemuda dan pelajar hadir sebagai penggerak untuk kemajuan bangsa dengan ikhtiar pendidikan semacam ini.
Acara yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB. hingga pukul 11.30 WIB. itu diikuti oleh para peserta dengan antusias. Sebab, banyak para peserta yang pada Pilgub Jawa Tengah pada Juni nanti akan menjadi kali pertamanya bagi mereka untuk memilih Gubernurnya secara langsung.
Baca Juga: Politiknya Kiai
Selanjutnya, H. Mujiburrohman S.IP, ketua PCNU Klaten, menyampaikan dalam sambutan dan penggarahannya, mengajak para kader muda NU ini untuk terus berupaya merawat ke-Indonesia-an dengan baik. Bersama-sama membentengi generasi muda dari paham intoleran guna mempersiapkan pemimpin harapan di masa depan. Penguatan hubbul-wathon minal-iman dan demokrasi untuk pelajar yang berkaitan dengan kaidah agama, juga dibahas.
Sedangkan Komisaris KPU Klaten, Muhammad Ansori S.Pd.I, menekankan dalam materinya tentang arti pentingnya demokrasi dan kenapa harus memilih dalam kontestasi Pemilihan Gubernur nanti. Selain itu, beliau juga mengajak para peserta untuk menolak money politic atau politik uang dengan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan kelompoknya hingga sampai tingkatan teratas. Beliau menggambarkan bagaimana bahayanya dan langkah apa saja jika melihat hal tersebut.
"Anti Money Politic" yang merupakan jargon KPU Klaten, diakhir acara kemudian langsung disikapi oleh IPNU-IPPNU dengan mendeklarasikan diri bersama KPU bahwa IPNU-IPPNU Klaten menolak money politic, Politisasi SARA dan akan berperan aktif menjaga kondusifitas diajang pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 ini. Selanjutnya, IPNU-IPPNU Klaten juga mendeklarasikan diri bersama Kepolisian bahwa IPNU-IPPNU Klaten menolak hoax dan akan bersinergi untuk melawan hoax tidak hanya dalam suasana Pilgub ini, namun dalam keseharian. []
(Redaksi RN)

