rumahnahdliyyin.com, Surabaya - Hari ini, Selasa, 13 Maret 2018, Syaikh Syarif Adnan As-Shawwaf berkesempatan hadir di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya sebagai pembicara dalam Seminar Internasional. Dalam kesempatan ini, Syaikh As-Sawwaf sangat terkesan dengan da'wah bil-hikmah yang telah dilakukan oleh Wali Songo pada abad ke-15 silam.
“Senang sekali mendengarkan nasyid yang berisi pesan-pesan sembilan ulama (Walisongo) yang berda'wah dengan hikmah bijaksana,” ungkapnya ketika memulai pidatonya setelah sebelumnya menyimak angklung religi yang dibawakan oleh para mahasiswa kampus ini.
Baca Juga:
Syeikh As-Sawwaf: Bendung Berita Hoax Tentang Suriah
Sembilan Rekomendasi Silatnas Ke-VI Alsyami
Kiprah da'wah Walisongo, lanjut Syaikh As-Sawwaf, mengingatkannya pada kisah da'wah seorang ulama yang berada ditengah masyarakat penggembala kambing di sebuah pedalaman Arab. Dengan "metode kambing", ulama tersebut mengajari tujuh ayat dari surat Al-Fatihah. Awalnya, para penggembala kambing diminta untuk membawa tujuh kambing yang mana masing-masing kambing tersebut nantinya diberi nama dengan setiap ayat dari surat Al-Fatihah oleh ulama tersebut.
Esok harinya, mereka dites, “Kambing apakah ini?“
“Ini kambing alhamduliLlâhi rabbil-'âlamîn,” jawab mereka serentak.
Baca Juga:
Indonesia Penyelamat Wajah Dunia Islam
Indonesia Kiblat Peradaban Islam Dunia
"Nah, pada hari berikutnya, mereka hanya menghafal enam ayat karena kambing yang bernama mâliki yaumiddîn dimakan srigala,” kisahnya sambil sedikit menahan senyum dan disambut tawa oleh para dosen dan mahasiswa yang saat itu memadati ruangan terindah dan tercanggih yang berada di lantai tiga gedung Twin Towers yang dibangun oleh Islamic Develompemnt Bank empat tahun silam itu.
“Itulah da'wah bil-hikmah. Da'wah perangsang peradaban,” simpul Syaikh Syarif Adnan As-Shawwaf yang menjabat sebagai rektor di Universitas Kaftaru Damaskus Suriah (Syiria) ini. []
(Redaksi RN)
* Sumber: nu.or.id
