Tampilkan postingan dengan label Idul Fitri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Idul Fitri. Tampilkan semua postingan

Demi Kemaslahatan Bersama, Umat Islam di Enarotali Papua Sholat 'Id di Bandara


rumahnahdliyyin.com | Paniai - Tidak seperti biasanya, cuaca langit Enarotali yang biasanya mendung dan diselimuti hujan, hari ini (Jum'at, 15/06/2018) tampak bersahabat dengan terbitnya mentari pagi yang cerah dan indah. Begitu juga pemandangan di Bandara yang biasanya penuh dengan lalu lintang penerbangan pesawat, kini berubah menjadi lautan manusia yang melaksanakan sholat 'Id.

Sudah menjadi tradisi dari tahun-tahun sebelumnya bahwa umat muslim di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua, setiap datangnya hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, pasti menyelenggarakan sholat 'Id di Bandara.

Baca Juga: Gereja Islam dan Sejarah Masjid Al-Mubarok Enarotali

Tradisi ini, tepatnya, berawal pada tahun 2013-an. Yaitu ketika masjid yang digunakan untuk sholat 'Id tidak lagi muat untuk menampung para jama'ah. Dengan demikian, lokasi masjid yang kebetulan berada di sisi jalan itupun menumpahkan para para jama'ah hingga ke pinggir-pinggir jalan.

Kondisi yang demikian ini pun tak ayal membuat para pengguna jalan merasa agak terganggu lantaran lalu lintas menjadi macet. Karena itu, pengurus Masjid, PHBI, ormas NU dan tokoh-tokoh agama, kemudian mengambil langkah dengan berinisiatif untuk mengevaluasi hal tersebut. Dari titik inilah akhirnya muncul gagasan supaya setiap kali pelaksanaan sholat 'Id dilakukan di Bandara saja.



Baca Juga: Ketua MUI Papua: Menjaga Kerukunan Adalah Sarana Sekaligus Dakwah Umat Islam

Dalam mensukseskan penyelenggaraan sholat 'Id ini, PHBI, pengurus masjid dan ormas NU pun melakukan kerja sama dan menjalin komunikasi dengan Pemkab, TNI-Polri serta mengurus perizinan mulai dari keramaian, pengelola Bandara dan PLN. AlhamduliLlah, gagasan ini diterima dengan baik dari semua sisi.

Disamping untuk menunaikan perintah agama, pelaksanaan sholat 'Id di Bandara ini juga sebagai ajang dan wadah untuk memperkuat tali silaturrahmi diantara umat muslim yang berada di Enarotali yang notabene sangat beraneka ragam dari berbagai latar belakang ras dan suku serta sekaligus untuk menunjukkan dan menampilakan wajah Islam yang rohmatan lil-'alamin dalam bingkai ke-Indonesiaan. Dengan tradisi ini, semoga umat muslim di Kabupaten Paniai, Papua, menjadi kuat persatuannya, aman dan tidak ada perpecahan.

Baca Juga: Isi Kepala Pemeluk Agama

Kepada semua pihak panitia dan TNI-Polri, umat muslim Enarotali, Paniai, Papua, mengucapkan ribuan syukur dan ungkapan terimakasih sebanyak-banyaknya atas kinerja mereka semuanya yang telah bekerja keras untuk membantu dalam mensukseskan dan memberikan pendampingan penjagaan keamanan selama pelaksanaan sholat 'Id tersebut dengan baik dan lancar.

Akhirnya, tak ingin ketinggalan, umat muslim Enarotali pun mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. []



* Oleh: M. Taha, Aktivis Laskar Muda NU Papua di Kabupaten Paniai, Papua.
Read More

1 Syawal, Tradisi Lomba Takbir Keliling di Biak, Papua, Digelar


rumahnahdliyyin.com, Biak - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Kamis, 14 Juni 2018 mendatang, akan menggelar lomba kendaraan hias pada saat pawai takbir keliling dalam rangka menyambut malam Idul Fitri 1 Syawal 1439 H.

Koordinator lomba pawai takbir PHBI Biak Numfor, Mulyadi, pada Sabtu (09/06/2018), mengungkapkan bahwa para peserta lomba ini hanya boleh menggunakan kendaraan roda empat (mobil) dan tidak diperbolehkan memakai sepeda motor.

Baca Juga: Belajar Kemanusiaan dari Papua

Selain mewajibkan para peserta untuk menghias kendaraan dengan ornamen yang bernuansa religius, dalam lomba ini para peserta juga dituntut untuk mengedepankan tema perdamaian serta kerukunan antar umat beragama.

Lebih lanjut, Mulyadi mengatakan bahwa diantara syarat lomba lainnya yaitu lafadz takbir hanya boleh dilantunkan dengan suara yang diiringi dengan rebana, beduk atau sejenisnya.

Baca Juga: Jalan Hidayah Rafael atau Rifa'i

Sedangkan untuk pendaftarannya, para peserta tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis. Karena itu, bagi para pengurus takmir masjid dan musholla, lembaga Ormas Islam serta remaja masjid yang ingin mengikuti pawai lomba takbir keliling tersebut dapat segera mendaftar di panitia.

"Untuk pendaftaran peserta pawai kendaraan hias takbir keliling Biak tidak dipungut biaya alias gratis. Ya, ini menjadi program tahunan PHBI dalam upaya memperkuat hubungan tali silaturahmi dan kerukunan antarumat beragama," terang Mulyadi.

Baca Juga: Imam Sibawaih-nya Papua

Kendati pendaftaran lomba ini gratis, bukan berarti lomba ini hanya berhadiahkan sertifat, piagam atau semacamnya saja. Lebih dari itu, selain memperoleh piagam, pemenang lomba ini juga akan memperoleh hadiah berupa uang pembinaan dan piala.

Sedangkan untuk rute kelilingnya, imbuh Mulyadi, para peserta akan dilepas dari Lapangan Hanggar Cenderawasih Lanud Manuhua dan berakhir di Jalan Pramuka atau depan Mapolsek Biak Kota.[]

(Redaksi RN)
Read More