"Itu merupakan request langsung dari pengurus Jatman jatim untuk memperkuat tradisi kaum Nahdliyyin. Sebab, tahlil dan kirim arwah atau haul merupakan tradisi NU yang perlu dilestarikan," tutur Syukron Fanani selaku Panitia Penanggung Jawab kegiatan Tahlil Kubro dan Pembacaan Kartu Arwah disela-sela acara tersebut.
Baca Juga: Peran Strategis Jatman Dalam Mengawal Keutuhan NKRI
Ia juga menjelaskan bahwa Pembacaan Kartu Arwah tersebut dibacakan oleh Pengurus Jatman Kecamatan Purwosari, Pengurus MWC. NU Purwosari dan Segenap Ustadzh Pondok Pesantren Ngalah. Adapun Kartu Arwah tersebut berasal dari Jama’ah Thoriqoh se-Jawa Timur yang dikirim melalui pengurus Jatman Idaroh Wustho Propinsi Jawa Timur.
“Kartu arwah itu berasal dari Jama’ah Thoriqoh se-Jawa Timur yang disebar panitia melalui pengurus Jatman dari tingkat Wustho, Syu’biyah, hingga ditingkat ranting," pungkas mahasiswa Pascasarjana Universitas Yudharta Pasuruan tersebut.
Baca Juga: Pentingnya Ber-NU Menurut Habib Luthfi
Usai Tahlil Kubro, kegiatan dilanjut dengan Manaqib Kubro Sanatiyah, Yudharta Bersholawat Bersama TNI-POLRI, Pembukaan Musda, Ikrar Perdamaian Masyarakat Dunia dan Pertemuan Mursyid Thoriqoh Se-Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung hingga 1 April ini bertempat di Universitas Yudharta, Komplek Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan.[]
(Dianis)
