Tampilkan postingan dengan label KH. Hasyim Asy'ari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KH. Hasyim Asy'ari. Tampilkan semua postingan

Ijazah Do'a Hadlrotusy Syaikh Hasyim Asy'ari Untuk NU


Dalam salah satu maqolahnya, Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa “Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan husnul khatimah beserta keluarganya”.

Hal ini semestinya menjadi penyemangat kaum muslimin untuk menghidupkan dan memajukan NU. Salah satu diantara ikhtiar untuk memajukan NU adalah berdo'a demi kebaikan NU kedepan.

Dalam hal ini, KH. Hasyim Asy’ari mengijazahkan do'a sebagai berikut:

 دُعَاءُ حَضْرَةِ الشَّيْخِ كِيَاهِي حَاجِي مُحَمَّدْ هَاشِمْ أَشْعَرِي رَحِمَهُ الله

اَللّٰهُمَّ أَيْقِظْ قُلُوْبَ الْعُلَمَاءِ وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ نَوْمِ غَفْلَتِهِمِ الْعَمِيْقِ وَاهْدِهِمْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَا
اَللّٰهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ أَحْيِ جَمْعِيَّتَنَا جَمْعِيَّةَ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ حَيَاةً طَيِّبَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ بِبَرَكَةِ “فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧)”، “فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧٧)”. وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَسُوْءٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
(٣x بعد المفروضة)

أجازنا الشيخ خطيب عمر، عن والده الشيخ عمر، عن الشيخ أسعد شمس العارفين، عن حضرة الشيخ محمد هاشم أشعري رحمهم الله

Artinya : “Ya Allah, bangunkanlah hati para ulama' dan umat Islam dari kelalaian yang dalam dan berkepanjangan. Dan tuntunlah mereka ke jalan petunjuk-Mu. Ya Allah, yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, hidupkanlah jam’iyyah kami, Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) dengan kehidupan thoyyibah (kehidupan yang baik sesuai kehendak-Mu) hingga hari Kiamat dengan berkah ayat:

فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧) ، فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم:  ٣٧٧

“Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (QS. An-Nahl: 97). “Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah rizqi mereka berupa buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur” (QS Ibrahim: 37). Dan karuniakanlah mereka rizqi (berupa) kekuatan yang mengalahkan kebathilan, kedholiman, ketidak-senonohan dan keburukan agar mereka bertaqwa.”

Demikianlah doa ijazah dari Hadlrotusy Syaikh Hasyim Asy'ari yang bisa diamalkan oleh segenap kaum muslim demi kemajuan NU. Semoga bermanfa'at.

* Dari KH. Khotib Umar, dari ayahnya (KH. Umar), dari KH. As’ad Syamsul Arifin, dari Hadratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.
Read More

Munas II Alumni Ploso Akan Digelar Pada 3-4 Maret 2018

muslimpribumi.com | Jombang - Kegiatan Musyawarah Akbar lima tahunan Ikatan Alumni Pondok Al-Falah, Ploso, Kediri (IMAP), akan digelar pada 3-4 Maret 2018 mendatang. Musyawarah Nasional untuk memilih ketua IMAP yang baru serta penetapan beberapa agenda, program dan kebijakan organisasi ini, akan dihelat di Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Denanyar, Jombang.

Penentuan tempat acara di kota Jombang, selain karena ada alumni Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, yang kini menjadi salah satu pengasuh Pondok Pesantren di Jombang, yaitu KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), juga dikarenakan adanya keterkaitan sejarah antara Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, dengan Pondok-Pondok Pesantren yang ada di wilayah kota Jombang.

Sekadar untuk diketahui bahwa pendiri Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, yaitu KH. Djazuli Usman, dulu pernah nyantri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. KH. Djazuli Usman berguru kepada KH. Hasyim Asy'ari yang masyhur sebagai ahli dibidang Ilmu Hadits waktu itu.

Disisi lain, sistem belajar-mengajar dengan metode musyawarah antar santri  yang diilhami dari Pondok Pesantren Tebuireng, sampai sekarang tetap menjadi metode pembelajaran di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso. Metode pembelajaran ini mengutamakan diskusi keilmuan (syawir antar santri) pada setiap bidang keilmuan dimasing-masing jenjang kelas Madrasah Riyadhatul Uqul (MISRIU) yang setingkat MTs. dan MA itu.

Sejak Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, didirikan pada 1 Januari 1925, hingga saat ini telah ribuan santri yang mendalami ilmu agama dengan disiplin keilmuan agama Islam yang beragam 'ala Ahlissunnah wal-Jama'ah. Para santri ini datang dari seluruh penjuru pelosok negeri.

Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, telah mencetak ribuan santri yang tersebar hampir di seluruh kota di Nusantara ini. Dan pada Maret tahun ini, segenap santri/pengurus organisasi IMAP dan mutakharrijin (alumni) akan memadati Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, untuk menggelar MUNAS ke II.

Antusias dan semangat yang luar biasa dari para alumni Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, sangat terasa. Hal ini dibuktikan dengan adanya konfirmasi kehadiran dari para delegasi dari masing-masing kota dan propinsi se-Indonesia yang hampir mencapai 500 orang yang sudah hampir 100 persen nama-namanya masuk ke panitia.

Hal ini sangat penting bagi panitia Munas. Terutama bagi tuan rumah. Dalam hal ini yaitu Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Denanyar, Jombang, guna mempersiapkan tempat acara, penginapan dan akomodasi penting lainnya.

"Kami insya Allah sudah sangat siap menyambut teman-teman untuk ber-munas di sini," ujar Gus Salam, panggilan akrab KH. Abdussalam Shohib. []
Read More