rumahnahdliyyin.com - Benar kiranya bila ada yang mengatakan bahwa pioner hoax adalah Iblis. Iblis yang karena angkuhnya tak mau memenuhi perintah Tuhan untuk bersujud kepada Nabi Adam AS., ternyata telah membawanya pada obsesi untuk melakukan hoax. Yaitu dengan membisiki suatu kedustaan pada pasangan pertama manusia itu tentang buah Khuldi.
Tak hanya membisiki, makhluk paling banyak strategi dan siasat dalam menggoda manusia inipun memprovokatori pula. Sebagai akibatnya, diusirlah kedua kakek-nenek moyang kita itu dari surga dan tingggal di bumi ini sebagai khalifahNya serta beranak pinak hingga era penuh hoax ini.
Baca Juga:
Strategi Mbah Umar Solo Tepis Hoaks
Jangan Gunakan Nama Muslim Untuk Sebar Hoax
Hoax, sejatinya bukanlah tujuan dari para pelakunya. Sebagaimana bila kita pernah menyimak kisah Iblis, hoax yang dilakukannya tidaklah lebih dari ekspresi penyaluran sakit hatinya. Lantaran membangkang perintah Dzat Yang Maha Segalanya, ia pun diusir lebih dulu dari surga. Sakit hati inilah yang mendorong Iblis untuk melakukan hoax yang ternyata sudah ditiru dan didaur ulang oleh para manusia.
Celakanya, para manusia yang telah meniru dan meneladani Iblis dalam berhoax ria itu tidak menggunakannya untuk melawan balik terhadap Iblis. Seolah bersekutu dengan para Iblis, para manusia pelaku hoax itu justru melakukannya terhadap saudaranya sesama manusia. Sungguh ironis. Bahkan ada yang mengaku bahwa semua itu dilakukannya demi agama dan Tuhannya.
Baca Juga:
Syeikh As-Sawwaf: Bendung Berita Hoax Tentang Suriah
Kiai Said: MCA Memalukan
Harus diakui bahwa fakta sejarah hoax yang sudah ada sejak era Mbah Adam AS. itu, alih-alih kita sudah mampu untuk memberangusnya, justru kita manusia-lah yang sudah dan tengah nguri-nguri untuk menghidupkan dan merawat perilaku Iblis tersebut. Dari era ke era, dari masa ke masa, dengan demikian, benarkah manusia itu lebih suka bersekutu dengan Iblis?
Dan untuk kita sekarang ini yang hidup di era thuthul, apabila kita memang betul-betul enggan, tersinggung, atau bahkan marah bila dikatakan suka bersekutu dengan Iblis, caranya sangat mudah; jangan rumat perilaku Iblis yang diantaranya adalah pembuat, pembisik, penggoda dan provokator hoax.
Selain itu, ada satu lagi perilaku Iblis yang wajib kita hindari dan jauhi, yaitu sikap dan laku rasis. Bukankah pembangkangan Iblis kepada Tuhannya karena rasisnya? WAllahu a'lam.
Salam.
* Oleh: Agus Setyabudi, Aktivis Muda NU di Papua dan Penyuka Kopi.
