Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan

Yenny Wahid Bicara Tentang Perempuan Kampung di Forum PBB


rumahnahdliyyin.com, New York - Pelibatan perempuan ditingkat desa menjadi salah satu fokus PBB dalam upaya global menanggulangi bahaya radikalisme dan terorisme.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Wahid Foundation, Yeni Wahid, dalam pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh UN Women yang bekerjasama dengan United Nations Office of Counter Terrorism (UNOCT) Badan PBB yang bertugas menangkal terorisme di Markas PBB, New York, Amerika Serikat.

Baca Juga:
Dapat Yap Thiam Hien Award, Gus Mus: Saya Tidak Mengerti HAM
Memperkokoh Islam Kebangsaan, Memperkuat Ekonomi Umat

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pimpinan tinggi beberapa lembaga PBB tersebut, Yenny menjelaskan dampak dari programnya yang banyak menyasar masyarakat ditingkat akar rumput.

“Mereka tertarik dengan program "Kampung Damai" yang kami inisiasi di berbagai desa di pulau Jawa,” jelas Yenny dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Menurut Yenny, dengan penguatan masyarakat desa, terutama perempuan, maka dampaknya bisa langsung terasa secara masif. Berdasarkan data yang ada, terlihat hubungan langsung antara perempuan yang berdaya dan tingkat radikalisme.

“Makin berdaya seorang perempuan, makin kecil kemungkinan ia terpapar aksi radikalisme,” tutur putri mantan Presiden KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) itu.

Baca Juga:
Gus Dur, Gus Mus dan Jalan Cinta Untuk Diplomasi Israel-Palestina
Fenomena Hibridasi Identitas Kaum Muda Muslim

“Melalui program "Desa Damai", kami memberikan pelatihan dan penguatan ekonomi untuk para ibu ditingkat akar rumput, ditambah dengan pelatihan tentang upaya perdamaian yang bisa mereka praktekkan di komunitasnya masing-masing,” tuturnya lagi.

Yenny merasa senang karena telah diundang dalam forum ini. Sebab, dengan demikian, Indonesia bisa menyuarakan usahanya dalam pencegahan dan pemberantasan terorisme.

“Saya senang bahwa kami mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan program ini karena ini berarti promosi untuk Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga:
Jubir HTI Bungkam
Mengapa NU Tidak Mau Indonesia Menjadi Negara Islam

Dalam forum yang dimoderatori oleh Dubes tetap Uni Emirat Arab untuk PBB, Lana Zaki Nusseibeh, Yenny diminta untuk memberikan pendapatnya atas rencana UN untuk membuat sebuah Rencana Aksi Penanggulangan Terorisme yang melibatkan lebih banyak peran perempuan dan anak muda didunia. Utamanya, dalam area pencegahan tindak pidana berbasis kekerasan.

“Pelibatan perempuan dalam upaya pencegahan radikalisme, mutlak dilakukan mengingat perempuan adalah salah satu korban utama ketika terjadi kekerasan dimasyarakat,” pungkas Yenny.

Baca Juga:
Ciri Teroris di Medsos
Indonesia Selamatkan Wajah Dunia Islam

Selain menghadiri pertemuan tingkat itu, Yenny sekaligus juga hadir di Forum CSW (Comission on the Status of Women) di PBB, sebuah acara tahunan yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara di dunia.

“Tahun ini memang fokusnya adalah penguatan perempuan ditingkat akar rumput, seperti yang dijelaskan Sekjen PBB, Antonio Guteres dalam pidato beliau,” jelas Yenny.

Selain Yenny, perempuan dari berbagai daerah rural di seluruh dunia juga dihadirkan dalam forum tersebut.

“Beberapa perempuan dari berbagai daerah rural di dunia dihadirkan dan didengar ceritanya oleh seluruh delegasi dunia yang hadir,” terang Yenny.

Baca Juga:
Sembilan Rekomemdasi Silatnas Ke-VI Alsyami
Muhasabah 2017 dan Resolusi Kebangsaan 2018 PBNU

Selain menghadiri acara CSW, Yenny juga akan bicara dalam dua side event yang diselenggarakan pemerintah Jepang dan pemerintah Indonesia.

“Dunia memperhatikan upaya Indonesia dalam menangkal radikalisme. Mari, kita bekerja lebih keras lagi sehingga Indonesia menjadi contoh bagi banyak negara,” tandas Yenny. []




(Redaksi RN)
Read More