Tampilkan postingan dengan label Republika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Republika. Tampilkan semua postingan

Sikap PCINU Tiongkok Terkait Pemberitaan Republika



rumahnahdliyyin.com - Bertanggal 1 April 2018, pukul 05.45 WIB, laman republika.co.id telah memberitakan tentang pelajar Indonesia di Cina yang ternyata dapat pelajaran ideologi Komunis. Berita dengan judul "Di Cina, Pelajar Indonesia Dapat Pelajaran Ideologi Komunis" itu disebutkan oleh republika.co.id dari ungkapan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sofyan Anif.

Sofyan Anif, sebagaimana yang dirilis oleh republika.co.id tersebut, mengetahui hal tersebut setelah Menteri Pendidikan Cina mengundang 10 rektor yang salah satunya dihadiri olehnya yang mewakili UMS di Cina. Dalam pertemuan tersebut, Sofyan mengatakan bahwa salah satu rektor perguruan tinggi di Cina mengungkapkan bahwa saat ini Cina sedang gencar-gencarnya menanamkan ideologi komunis kepada seluruh pelajar di Cina. Termasuk mahasiswa dari Indonesia.

Baca Juga: Strategi Mbah Umar Solo Tepis Hoaks

Terhadap pemberitaan republika.co.id ini, ternyata mengundang reaksi dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok. Bernomor 010/PCINUT/IV/2018, PCINU Tiongkok melayangkan surat kepada Pimpinan Redaksi Harian Republika. Surat yang merupakan sikap PCINU Tiongkok ini berisi sebagai berikut:
  1. Berdasarkan pengalaman kami, Universitas di Tiongkok tidak mengajarkan ideologi Komunisme sebagaimana yang Saudara beritakan.
  2. Kami keberatan dengan judul maupun isi berita yang tidak didasari fakta, bersifat insinuatif dan provokatif.
  3. Meminta kepada Redaktur Republika untuk menarik pemberitaan itu karena dapat mengganggu kenyamanan puluhan ribu mahasiswa Indonesia yang sekarang tengah belajar di Tiongkok.

Baca Juga: PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif

Di akhir surat, PCINU Tiongkok juga menuliskan bahwa surat ini sekaligus menjadi Hak Jawab mereka sebagai bagian dari mahasiswa muslim Indonesia di Tiongkok supaya dimuat di Harian Republika.[]




(Redaksi RN)
Read More