Tampilkan postingan dengan label Sholat Jama'ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholat Jama'ah. Tampilkan semua postingan

Belajar Bernegara Dari Sholat Jama'ah


rumahnahdliyyin.com - Cobalah cari pemimpin yang tanpa kesalahan, kealpaan. Ada, kah? Pasti tidak ada, kecuali junjungan kita RasuluLLah yang ma'shum.

Karena al-insan mahallul-khotho' wan-nisyan, maka jangankan dalam sebuah organisasi, kepemerintahan atau bernegara, sholat jama'ah saja, kalau imam salah, ada cara untuk mengingatkan.

1. Baca subhanaLLah dengan niat dzikir saja atau niat mengingatkan imam sekaligus niat dzikir. Kalau mengingatkan saja, dapat membatalkan sholat.

Mungkin saja, aturan ini dibuat agar makmum yang ingin mengingatkan imamnya tidak berorientasi nafsu, sok tahu, tapi tetap IiLLah, hanya karena Allah.

Baca Juga: Waktu Sholat Fardlu

2. Sunnah sujud syahwi bila melakukan hal-hal yang menyebabkan seseorang harus sujud syahwi. Posisi sujud syahwi ini seperti penambal prosesi sholat yang tidak sempurna. Dan saat imam sujud syahwi, semua makmum harus ikut. Kalau tidak, maka batal-lah sholatnya.

Indahnya, dalam berjama'ah, bila imam melakukan hal yang menyebabkan ia harus sujud syahwi dan ternyata ia tidak melakukannya saat sebelum salam, maka makmum dapat melakukan sujud syahwi untuk kekeliruan imam.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Gerhana

Andai saja dalam bernegara kita mencontoh aturan ini, setiap kekeliruan atau kealpaan pemimpin kita, kita ingatkan hanya karena Allah, bukan karena nafsu kekuasaan atau syahwat belaka, dan saat imam menambal kekeliruannya kita semua ikut menambal kekeliruannya (menutupi apa yang kurang dari pemimpin kita), bahkan bila pemimpin "abai" untuk memperbaiki dan menambal kekeliruannya dalam memimpin, kita mau menambalnya, menyempurnakannya sebagai rakyat, makmum para pemimpin, mungkin hidup bernegara ini bisa menjadi begitu indah. Tak ada caci maki karena mencaci pemimpin sendiri itu seperti meludahi wajah sendiri.



* Oleh: Achmad Shampton
Read More