Tampilkan postingan dengan label Musabaqoh Al-Qur'an dan Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musabaqoh Al-Qur'an dan Hadits. Tampilkan semua postingan

Wakili Indonesia, Abdul Faqih Alhafidz Juara I Musabaqoh Qur'an


rumahnahdliyyin.com, Jakarta - Penyelenggaraan Musabaqoh Hafalan Al-Qur'an dan Hadits (MHQH) Tingkat Asean-Pasifik ke-10 tahun 2018 ini, sudah selesai. Kegiatan tahunan yang kali ini diikuti oleh 84 orang dari negara-negara yang berada di kawasan Asean dan Pasifik ini telah menempatkan Indonesia, yaitu Muhammad Abdul Faqih sebagai juara I pada kategori hafalan 30 juz. Pemuda asal Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang ini mengaku tidak menyangka dirinya akan meraih juara I.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka dapat juara I pada perlombaan MHQH ini,” kata Faqih usai menerima piagam penghargaan yang diserahkan oleh Pangeran Khalid bin Sultan bin Abdul Aziz bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Jakarta, Kamis malam, 22 Maret 2018.

Baca Juga: Menag: Islam Damai, Tanggung Jawab Indonesia

Anak ketiga dari enam bersaudara pasangan Muhamad Rifai dan Sri Purwanti ini bercerita bahwa dirinya sudah menghafal Al-Qur'an sejak berusia delapan tahun. Dan pada umur sebelas tahun, ia sudah menghafal 30 Juz.

Selain itu, Abdul Faqih juga berkisah bahwa sejak tamat Sekolah Dasar (SD), ia langsung melanjutkan studi ke Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah di Ponpes Al-Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur. Dan sejak 2014 hingga sekarang, ia sedang belajar di Ma’had Aly Ponpes Al-Munawwir, Krapyak, Jogjakarta dengan mengambil jurusan Tafsir Hadits.

Baca Juga: Kiai Said Jelaskan Kelebihan Al-Qur'an Kepada Mu'allaf

Torehan prestasi Alhafidz Muhammad Abdul Faqih ini, sudah mulai diukirnya sejak tahun 2015. Saat itu, Faqih mewakili Kabupaten Semarang dalam mengikuti seleksi di tingkat Propinsi Jawa Tengah dan berhasil menjadi juara I. Keberhasilan ini akhirnya membawanya mewakili Jawa Tengah pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXVI Tingkat Nasional di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Juli 2016 dan berhasil merebut juara II.

Selanjutnya, pada tahun 2017 lalu, Faqih juga mewakili Kota Semarang pada ajang Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) ditingkat Internasional di Masjidil Haram yang digelar di kompleks Baitullah, Arab Saudi. Dia pun berhasil meraih juara kendati hanya juara III.

Baca Juga: Kembali Kepada Al-Qur'an dan Hadits

Berikut ini daftar selengkapnya nama-nama pemenang MHQH 2018 ini:

Hafalan Alquran 30 Juz
  • Juara I: Muhammad Abdul Faqih (Indonesia).
  • Juara II: Amir Sina Nuqsi (Bosnia).
  • Juara III: Ahid Abdussomad Ismail (Filipina).

Hafalan Alquran 20 Juz
  • Juara I: Muhammad Zulfikar Mahmud Zani (Malaysia).
  • Juara II: Faisal Ismail Malaku ((Filipina).
  • Juara III: Muhammad Syuqur (Filipina).

Hafalan Alquran 15 Juz
  • Juara I: Muhammad Syahid Ahmad Ismail (Filipina).
  • Juara II: Mudroni (Indonesia).
  • Juara III: Ali Mamalina Sandiqon (Filipina).

Hafalan Alquran 10 Juz
  • Juara I: Ahmad Luqman Amidzaini (Malaysia).
  • Juara II: Husaini Muhtadi (Indonesia).
  • Juara III: Muhammad Husein Efendi (Indonesia).

Hafalan Hadits
  • Juara I: Muhammad Idzhar (Indonesia)
  • Juara II: Mubarok Ibnu Ali Akbar (Indonesia).
  • Juara III: Muhammad Kamil Hakimin (Indonesia).[]



(Redaksi RN)


* Sumber: kemenag.go.id
Read More

Presiden Jokowi: Tularkan Islam di Indonesia ke Seluruh Dunia


rumahnahdliyyin.com, Jakarta - Kamis, 22 Maret 2018, bertempat di Istana Negara, Jakarta, Presiden Joko Widodo bersilaturrahmi dengan para peserta Musabaqoh Hafalan Al-Qur'an dan Hadits (MHQH) Pangeran Sulthan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Asean dan Pasifik ke-10. Lomba ini sendiri sudah berlangsung sejak tanggal 20 lusa kemarin di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Selain peserta dan dewan hakim, hadir pula dalam kesempatan ini yaitu Pangeran Khaled bin Sulthan bin Abdul Aziz Alu Su’ud, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia (Syeikh Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi), dan para Duta Besar serta perwakilan para negara sahabat.

Baca Juga: Indonesia Kiblat Peradaban Islam Dunia

Pelaksanaan musabaqoh, menurut Presiden, hendaknya tidak hanya dipandang sebagai pelaksanaan acara biasa. Sebab, musabaqoh adalah wahana untuk memacu pengembangan tilawah, hafalan serta pendalaman isi Al-Qur'an.

"Sebagai umat muslim, kita harus selalu mengingat bahwa Al-Qur'an diturunkan kepada kita untuk menjadi pedoman. Pedoman yang harus kita baca, kita pahami, kita hayati dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menempuh jalan yang diridloi Allah. Jalan yang penuh cinta damai, saling tolong menolong dan penuh persatuan," kata Presiden Jokowi.

Baca Juga: Indonesia Selamatkan Wajah Dunia Islam

Karena itu, Presiden juga mengingatkan kepada seluruh qori'/qori'ah, hafidz/hafidzoh, mufassir/mufassiroh supaya terus mensyiarkan dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an ketika berada diluar acara ini.

"Kita semua harus membangun kemanusiaan yang adil yang beradab, tidak membentak anak yatim, peduli pada fakir miskin, cinta saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air, serta menyayangi seluruh kehidupan di bumi Allah ini. Supaya seluruh Indonesia, seluruh Asia, dan seluruh dunia benar-benar melihat dan merasakan Islam sebagai agama yang rahmatan lil-'alamin," lanjutnya.

Baca Juga: Mengapa NU Tidak Mau Indonesia Menjadi Negara Islam

Menurut Presiden, Indonesia sekarang ini terus menjadi panutan banyak negara dalam mengelola kemajemukan. Indonesia memiliki 714 suku dan lebih dari 1.100 bahasa daerah. Kendati demikian, rakyat Indonesia tetap bisa rukun dan bersatu. Oleh karena itu, ia mengajak kepada masyarakat untuk menularkan kerukunan yang ada di Indonesia ini ke berbagai negara di seluruh dunia.

"Kita harus menularkan pengalaman berharga umat Islam Indonesia kepada dunia dalam menjaga kerukunan, dalam menjaga persatuan, dalam menjaga perdamaian di bumi Allah SWT," demikian pesan Presiden yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Pratikno), Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) dan Kepala Staf Kepresidenan (Moeldoko).

Dalam penutup sambutannya, Presiden mengatakan agar setiap acara musabaqoh Al-Qur'an dan Hadits ini ada jejak dan manfaatnya dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Selain itu, Presiden juga berpesan agar umat Islam tidak mudah terjebak fitnah dan hasutan kebencian.[]
(Redaksi RN)

* Sumber: kemenag.go.id
Read More