Tampilkan postingan dengan label Thoriqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thoriqoh. Tampilkan semua postingan

Inilah Rais 'Aam dan Mudir Jatman Jatim Periode 2018-2023



rumahnahdliyyin.com, Pasuruan - Salah satu hal penting dalam Musyawarah Idaroh Wustho (MUSDA) ke 4 Jam'iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Jatim, 31 Maret-1 April 2018 kemarin, adalah terpilihnya Rais Syuriah dan Mudir Idaroh Wustho periode 2018-2023.

Setelah rapat tertutup yang dilakukan oleh sembilan Mursyid Thoriqoh anggota tim formatur Ahlul Halli wal-Aqdli (AHWA), akhirnya terpilihlah Pengasuh Pondok Pesantren Thariqah Sulaiman, Madiun, KH. Ngadiyin Anwar, sebagai Rais 'Aam (Ifadliyyah) Idaroh Wustho Jam'iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Jatim untuk periode 2018-2023.

Baca Juga: Lima Ribu Arwah Awali Pembukaan Musda Jatman Jatim

Sembilan anggota Tim AHWA yang melakukan pemilihan tersebut yaitu:
  1. Dr. KH. Ali Mashudi (Sekretaris Jenderal Idaroh 'Aliyah)
  2. KH. Muh. Marta’in Karim (Rais 'Aam Demisioner)
  3. KH. M. Khusnan Ali (Ex. Karasidenan Surabaya)
  4. KH. Syamsuddin (Ex. Bojonegoro)
  5. KH. Solihin Rozin (Ex. Karasidenan Malang)
  6. KH. Robet Wahyudi (Ex. Karasidenan Kediri)
  7. KH. M. Nasruddin (Ex. Karasidenan Madiun)
  8. KH. Amin Musthofa (Ex. Karasidenan Besuki)
  9. KH. Imam Mawardi (Ex. Karasidenan Madura)

Baca Juga: Buku Tarekat dan Semangat Nasionalisme Dibagi Gratis

Sidang pleno yang dipimpin oleh Dr. KH. Mashudi, M.Ag. itu, selain memilih Rais 'Aam, juga menetapkan Mudir (Imdlaiyyah) Idaroh Wustho Jam'iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah untuk periode yang sama. Dan yang terpilih untuk mengemban amanat pada periode kali ini yaitu KH. Adam Arifin Khon.

Sekretaris Jenderal Idaroh 'Aliyah, Dr. KH. Mashudi, M.Ag., dalam sambutannya saat memberi ucapan selamat kepada para kiai yang terpilih, juga sekaligus mengingatkan bahwa tugas penting dari Rais 'Aam dan Mudir adalah memasyarakatkan Thoriqoh dan men-Thoriqoh-kan masyarakat. Selain itu, bagaimana supaya Thoriqoh tidak hanya menyentuh level usia lanjut saja, tetapi segala usia, juga merupakan tugas penting pula.

Baca Juga: Peran Strategis Jatman Dalam Mengawal Keutuhan NKRI

Jawa Timur, lanjut kiai Mashudi, dengan keberadaan 14 Thoriqoh yang berbeda, adalah kekuatan untuk membangun kerukunan, harmoni sekaligus teladan bagi daerah lain.[]
(Redaksi RN)
Read More