Dari Khotbah 'Ied hingga Khotbahnya Yahya


rumahnahdliyyin.com | Tradisi salat 'Ied di Pondok Pesantren kami di Leteh Rembang, khotbahnya hanya menggunakan bahasa Arab, tanpa diterjemahkan.

Setelah ayahku, KH. Bisri Mustofa dan kakakku, KH. Cholil Bisri--rahimahumäLlãhu--wafat, yang selalu bertindak sebagai imam dan khatib adalah putera KH. Cholil Bisri, anak (keponakan)ku, Yahya Cholil Staquf.

Tahun ini karena Yahya sedang di Israel, maka yang menggantikan sebagai imam dan khatib adalah anak (menantu)ku, Ulil Abshar Abdalla. (untuk menyimak khotbahnya silakan membuka Youtube).

Baca Juga: Gus Yahya; Sosok KH. Wahab Chasbullah Masa Kini

Setelah selama ini--sejak mahasiswa--dalam membela Palestina, Yahya hanya ikut menembakkan sumpah-serapah dan caci-maki kepada Israel melalui tulisan-tulisan, diskusi-diskusi dan acara-acara Solidaritas Palestina lainnya, dia ingin langsung nglurug dan mengkhotbahi orang Israel yang selama ini seperti tak mengenal apa yang namanya rahmah, kasih-sayang.

Waktu pamitan, aku mengingatkan kepadanya untuk meletakkan sikap keberpihakan NU sejak berdirinya--kepada perjuangan Bangsa Palestina--sebagai landasan upaya/"khotbah"-nya di Israel.
Lalu kupesankan: Tata hatimu, tata niatmu, dan tawakkal-lah kepada Allah. Wakafã biLlãhi wakiilä.

Baca Juga: Gus Yahya Memaknai Rahmah dengan Ramah

Alhamdulillah, dia benar-benar melaksanakan apa yang dia tekadkan, mengkhotbahi orang Israel di tempatnya dengan landasan sikap keberpihakan kepada Perjuangan Bangsa Palestina.

"Berkhotbah" bahasa Inggris tentang rahmahnya Islam seperti Yahya, pasti banyak yang bisa dan bahkan jauh lebih bagus. Tapi Yahya sudah membuktikan apa yang bisa dia lakukan.

"وقل اعملوا فسيرى الله عملكم ورسوله والمؤمنون ، وستردون الى عالم الغيب والشهادة فينبئكم بما كنتم تعملون  التوبة: ١٠٥)

* Oleh: KH. A. Mustofa Bisri, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang. Tulisan diambil dari akun Facebook beliau.

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *