rumahnahdliyyin.com - Baginda Nabi Muhammad SAW. dalam sebuah hadits telah bersabda, "iftaroqotil-yahuudu 'alaa ihdaa wasab'iina firqotan, wan-nashooroo 'alaa itsnaini wasab'iina firqotan. Wasataftariqu ummatii 'alaa tsalaatsin wasab'iina firqotan. An-naajiyatu minhaa waahidatun. Walbaaquuna halkaa. Qiila: waman an-naajiyatu? Qoola: ahlussunnati wal-jamaa'ati. Qiila: wamaa ahlussunnati wal-jamaa'ati? Qoola: maa ana 'alaihi wa ashhaabii."
Kaum Yahudi telah terberai menjadi 71 kelompok. Sedangkan kaum Nasrani telah terbelah menjadi 72 kelompok. Adapun umatku (sabda Nabi Muhammad SAW.) akan terpecah menjadi 73 kelompok yang mana hanya satu kelompok saja yang selamat dan sisanya binasa. Ada sahabat yang bertanya: "Siapa kelompok yang selamat itu?" Rasulullah SAW. menjawab: "Yaitu ahlussunnah wal-jama'ah." Ada sahabat yang bertanya lagi: "Apa itu ahlussunnah wal-jama'ah?" Jawab Rasulullah SAW.: "Yaitu apa yang aku berada diatasnya bersama para sahabatku."
Apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW. diatas, kian hari kian tampak benderang. Macam-macam golongan dalam Islam sudah banyak kita temukan. Bermunculan subur bagai jamur di musim penghujan. Masing-masing kelompok saling klaim sebagai pihak ahlussunnah wal-jama'ah sebagaimana yang disebut oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. sebagai satu-satunya golongan yang selamat.
Pengklaiman semacam ini sangatlah wajar. Setiap kelompok tentu merasa dan ingin kelompoknyalah sebagai kelompok yang benar. Menjadi kelompok yang selamat sebagaimana yang diisyaratkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. dengan ahlussunnah wal-jama'ah. Justru yang tidak wajar adalah apabila ada kelompok yang mengklaim diri sebagai kelompok yang sesat dan akan binasa dalam api neraka.
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa ahlussunnah wal-jama'ah adalah orang yang mengikuti Rasulullah SAW. dan para sahabatnya. Jadi, apabila ada kelompok-kelompok yang mengaku dan mengklaim diri sebagai ahlussunnah wal-jama'ah, maka kita bisa mengamati mereka apakah mereka mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. atau tidak. Atau, malah sebaliknya mereka menentang dan mengingkarinya.
Jika ternyata kelompok tersebut terbukti mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW., maka kita harus mengamatinya lagi apakah mereka juga mengikuti para sahabat Nabi SAW., atau tidak. Atau, jangan-jangan malah mereka justru mencela dan memaki para sahabat.
Jika dalam pengamatan sudah terbukti dengan validitas yang terjamin bahwa kelompok tersebut memang mengikuti ajaran Rasulullah SAW. dan para sahabatnya, maka tidak disangsikan lagi bahwa kelompok tersebut adalah kelompok ahlussunnah wal-jama'ah yang telah disebutkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. sebagai satu-satunya kelompok yang selamat.
Namun, untuk mengidentifikasi dengan tepat dan benar dengan validitas yang terjamin bahwa suatu kelompok benar-benar telah mengikuti Rasulullah SAW. dan para sahabatnya bukanlah perkara yang sederhana. Tidak semudah seperti kita semua bisa mengenali mana kopi dan mana susu ketika keduanya disuguhkan kepada kita. Membutuhkan beberapa bidang keilmuan yang harus dikuasai untuk melakukan ini.
Nah, bersyukurlah kita semua bahwa para ulama' sudah jauh hari mengkaji perihal ini. Sehingga kita semua tidak harus melakukan pengidentifikasian hal ini sendiri-sendiri. Terlebih kebanyakan dari kita hanyalah orang awam yang tidak mempunyai keilmuan yang mumpuni untuk hal ini. Juga tentu saja kebanyakan dari kita tidak punya cukup waktu untuk hal ini.
Al-Hafidh Murtadlo Az-Zabidi telah mengatakan bahwa apabila disebutkan "ahlussunnah wal-jama'ah" maka yang dimaksud adalah Asy'ariyah dan Maturidiyah. Maksudnya, orang-orang yang mengikuti aqidah Imam Abu Hasan Al-Asy'ari (wafat 324 H) dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi (wafat 333 H). Hal ini dikarenakan beliau berdualah yang menjelaskan aqidah ahlussunnah wal-jama'ah ketika merebak berbagai aliran dalam Islam seperti Jabariyah, Qodariyah, Mu'tazilah, Musyabbihah, dan lain sebagainya. Dari sinilah sehingga ashlussunnah wal-jama'ah dinisbatkan pada nama kedua Imam mulia ini.
Perlu diketahui, pengikut kedua Imam ini sangatlah banyak. Ada ratusan juta umat Islam di seluruh dunia. Termasuk para pengikut madzhab fiqih Syafi'i, Maliki, Hanafi, dan Hanbali. Dengan kata lain, pengikut Imam Asy'ari dan Imam Al-Maturidi merupakan mayoritas muslim dunia. Apa mungkin ada yang salah dari sesuatu yang diikuti oleh mayoritas orang dari waktu ke waktu? Sehubungan dengan hal ini Kanjeng Nabi Muhammad SAW. telah bersabda, "Innallaaha laa yajma'u ummatii 'alaa dlolaalatin. Wayadullaahi 'alal-jamaa'ati," Sungguh Allah SWT. tidak akan mengumpulkan umatku atas kesesatan. Dan pertolongan Allah SWT. akan diberikan kepada jama'ah.
Sebagaimana kita amati dan lihat bersama, dewasa ini animo umat Islam bangsa ini terhadap agama Islam sangat luar biasa. Hal ini seharusnya merupakan suatu indikasi yang positif. Namun, sebagaimana kita saksikan bersama, yang terjadi justru adalah sebaliknya. Negara ini dibuat gaduh karenanya. Bila ditelusuri, ternyata yang bikin gaduh adalah kelompok Islam minoritas. Suatu kelompok yang sering sekali dengan mudah menuduh pihak lain diluar kelompok mereka sebagai pelaku syirik dan bahkan kafir. Dan bila ditelusuri lebih jauh, ternyata mereka bukanlah pengikut Imam Asy'ari dan Imam Al-Maturidi. Padahal, setiap saat mereka dengan lantang mengklaim diri sebagai ahlussunnah wal-jama'ah. Parahnya, mereka juga mensesat-kafirkan kedua Imam yang menjelaskan aqidah ahlussunnah wal-jama'ah.
Akhirnya, marilah kita yang awam ini hendaknya mengikuti para ulama' yang sudah terbukti keilmuannya. Dengan demikian, kita semua bisa membentengi diri dan tidak terbawa masuk ke dalam kelompok-kelompok yang mengaku sebagai ahlussunnah wal-jama'ah padahal sejatinya bukan ahlussunah wal-jama'ah. Dan semoga Allah SWT. senantiasa menghindarkan kita semua dari kelompok-kelompok tersebut. Amin. Wallaahu a'lam. []
Oleh: Agus Setyabudi, Khodim di Madrasah Diniyyah Al-Ibriz Iru Nigeiyah, Sorong, Papua Barat.
