Lomba Cipta & Baca Puisi Di Papua

  Panitia Lomba berfoto bareng dengan para juara lomba

muslimpribumi.com | Sorong - Kamis, 28 Desember kemarin, di kompleks suku Kokoda di Kurwato, Aimas, Kab. Sorong, Papua Barat, tidak sepi seperti biasanya. Anak-anak dari Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA/TPQ) dan Madrasah Diniyyah se-Kab. Sorong berduyun-duyun datang ke kompleks itu.


Ya, sebelumnya mereka telah menciptakan puisi. Sebab, lomba pada hari itu yang diselenggarakan oleh Buletin An-Nahdlah dan Madrasah Diniyyah Al-Ibriz Iru Nigeiyah yang notabene sebagai penerbit buletin tersebut adalah Lomba Cipta & Baca Puisi. Jadi, anak-anak itu tidak sekedar membacakan puisi. Melainkan juga menciptanya dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia lomba, yaitu tentang Nabi Muhammad SAW.

Meski pagi itu dihiasi dengan hujan, sejak pukul 07.30 waktu setempat, Kurwato mulai diramaikan dengan anak-anak penuntut ilmu agama Islam tersebut. Dengan didampingi para ustadz dan ustadzah di tempat mereka belajar, dari wajah-wajah mereka terlihat sekali antusias mereka untuk membacakan puisi yang telah mereka ciptakan. "Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi dunia tulis-menulis yang melekat pada diri anak-anak di Papua. Khususnya anak-anak muslim," begitu penjelasan ketua Panitia Lomba, bapak Hamzah Edoba.

Sebelum membuka lomba, pihak Kementerian Agama Kab. Sorong yang pada pagi itu diwakili oleh bapak Supriyanto, dalam sambutannya lebih fokus memberikan semangat kepada masyarakat suku Kokoda.

"Suku Kokoda yang akan datang harus berubah. Harus lebih maju. Tapi perubahan dan kemajuan itu tidak boleh dengan menjadi orang lain. Maksudnya, tetaplah menjadi orang Kokoda yang maju. Misalnya tetap selalu memakai bahasa Kokoda. Jangan lantas maju, kemudian tidak lagi memakai bahasa Kokoda. Jangan lantas maju, memakai bahasa "gue", "elu". Tetaplah jadi Kokoda. Jangan jadi Kokoda-Jawa, Kokoda-Bugis, Kokoda-Batak atau Kokoda-kokoda yang lain. Banggalah menjadi orang Kokoda," papar Kepala Bagian Pendidikan Islam Kementerian Agama ini agak panjang lebar.

Lomba yang berakhir hingga menjelang 'Ashar itu, akhirnya diperoleh enam anak sebagai pemenang lomba. Tiga anak meraih Juara satu, dua dan tiga. Dan tiga anak lagi meraih juara harapan satu, dua dan tiga.

Juara satu berhasil diraih oleh seorang anak yang berasal dari TPA. Al-Muttaqin, yaitu ananda Suci Resky Ramadhani dengan puisi hasil kreatifitasnya yang berjudul "Muhammad, Aku Rindu".

Juara dua diraih oleh ananda Syifa'us Sariroh dari Madrasah Diniyyah Syarifah Ibrahim dengan puisi karyanya yang berjudul "Matahari Dunia".

Juara tiga direngkuh oleh ananda Kartika Apria Ningrum yang berasal dari TPA. Baitur Rahim dengan puisinya ciptaannya yang berjudul "Nabi Tercintaku".

Masing-masing juara ini mendapatkan piala, souvenir dan beberapa rupiah untuk modal pengembangan diri mereka dalam menggeluti dunia listerasi, khususnya sastra, dan terkhusus lagi sastra puisi.

Adapun Juara Harapan 1 diraih oleh ananda Nur Afifah Nanda Riyanti dengan puisi karyanya yang berjudul "Kerinduan Bertemu Rasulullah SAW." Dia berasal dari TPA. Nurul Hidayah.

Sedangkan Juara Harapan 2 dan 3 berasal dari Madrasah Diniyyah yang sama, yaitu dari Madrasah Diniyyah Adz-Dzakirin. Berturut-turut Juara Harapan dua dan tiga yaitu ananda Previ Nur Ismawati dengan karya puisinya yang berjudul "Kelahiran Sang Nabi" dan ananda Dwi Putri Ayu Astuti yang karya pusinya berjudul "Nabi Yang Mulia". Masing-masing Juara Harapan ini mendapatkan piagam penghargaan serta souvenir.

Selain ke-enam anak tersebut, semua peserta lomba juga diberi Sertifikat sebagai penghargaan panitia lomba terhadap partisipasi seluruh peserta lomba yang berjumlah 48 anak ini.

"Insya Allah lomba ini akan kami selenggarakan tiap tahunnya pada tiap kali perayaan kelahiran manusia termulia di bumi ini, yaitu baginda sayyidina Nabi Muhammad SAW.", ucap Nikson Daat sekretaris panitia lomba yang sekaligus layouter buletin An-Nahdlah tersebut.[]
(Redaksi MP)

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *