NU Care Lazisnu Peduli Papua


muslimpribumi.com - AlhamduliLlaah, rampung sudah menyalurkan amanat dari NU Care Lazisnu ke SD Al-Ma'arif di Kampung Maibo, Sorong, Papua Barat. Dengan ditemani beberapa teman, termasuk dari Lazisnu setempat, kira-kira jam sembilan-an kami sampai di Kampung Maibo. Ya, tentu saja setelah melewati hamburan debu jalanan yang masya Allah gaduhnya.

Ada tiga orang guru ketika saya tiba di SD ini. Pak Kaida, salah seorang guru yang memang sudah kenal baik dengan saya, langsung ke arah saya begitu melihat saya datang. Kita saling tanya kabar dan saya pun melanjutkannya dengan memberitahukan padanya maksud kedatangan saya kali ini ke sekolah yang letaknya di depan rumahnya itu.

Ia pun kemudian menyiapkan segalanya. Diantaranya menyuruh anak murid (istilah siswa-siswi di papua) berkumpul di satu ruangan dan mengambil beberapa kursi dari ruangan sebelah.

Begitu semuanya terkumpul di salah satu ruang kelas dari tiga ruang kelas yang ada, dalam hati saya ada kekhawatiran kalau-kalau paketan yang berisi tas dan peralatan sekolah ini tidak cukup. Sebab, dalam penglihatan saya tampak anak-anak begitu banyak sekali. Mendengar kabar-kabar kalau di Kampung ini terkadang ada keributan kecil soal pembagian seperti ini kalau-kalau ada yang tidak kebagian, maka saya sampaikan pada calon-calon generasi bangsa ini bahwa nanti yang dapat hadiah ini adalah anak-anak yang rajin masuk sekolah.

"Jadi, kalau diantara kalian nanti ada yang tidak kebagian, ah..berarti ketahuan kalau kamu malas-malas masuk sekolahnya. Mengerti, ya?" kata saya.

"Mengerti..." jawab mereka koor.

Dan untuk melakukan penyerahan bantuan ini, saya memohon kesediaan Bapak Kiai Ahmad Misri, salah satu tokoh NU di Sorong ini. Dan mewakili SD Ma'arif Maibo ini, saya mengucapkan terimakasih banyak pada NU Care Lazisnu. Semoga mampu kian menembus ke pelosok-pedalaman Papua.

Akhirnya, ketika Anda membaca postingan ini dan kebetulan sedang punya waktu lebih, coba amati kondisi gedung SD ini dan coba bandingkan dengan SD di tempat Anda tinggal. Saya yakin, SD di tempat tinggal Anda jauh lebih baik. Selanjutnya, biarkan nalar sehat Anda menjawab pertanyaan ini; layakkah sarana pendidikan seperti ini?

Silakan dijawab sendiri-sendiri. Saya tidak mengharuskan Anda untuk menuliskan jawaban tersebut dikolom komentar. Tapi menurut saya pribadi, bangunan SD ini lebih buruk dari kandang babi. Setuju dengan saya, boleh. Dan tak apa pula kalau tak sepakat, tapi jangan mengumpat.

Oh, iya. Ketika kami mendatangi lahan yang hendak dibangun sekolahan secara permanen, kebetulan ada pak Polisi yang datang. Kok gak enak rasanya kalau saya tidak mengajaknya poto sekalian 😊😁

Salam.


Oleh: Agus Setyabudi, Khodim Madrasah Diniyyah Al-Ibriz Iru Nigeiyah, Sorong, Papua Barat.

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *