Ansor Rembang Luncurkan Angkringan di Tiap Kecamatan

Acara Launching Angkringan GP. Ansor Rembang di Jl. Kiai Bisri Mustofa, Leteh, Rembang.

muslimpribumi.com - Di Semarang, Solo ataupun daerah lain di Jawa Tengah, termasuk pula Jogja, angkringan sangat akbrab di mata. Di pusat keramaian maupun di pinggir-pinggir jalan, ia begitu mudah bisa didapati.

Angkringan biasanya terbuat dari kayu dan papan yang berbentuk gerobak. Dengan beratapkan terpal, jenis lapak yang menjajakan makanan dan minuman ini bisa memuat enam hingga delapan orang. Dan tak jarang pula, si empunya lapak juga menyediakan tikar bila pembeli melimpah atau pembeli menginginkan duduk lesehan.

Bisa dikatakan, angkringan merupakan salah satu tempat yang merakyat. Dari mulai para mahasiswa, karyawan, bahkan pejabat, bisa nyaman menikmati suasananya.

Untuk memberdayakan ekonomi bagi para kadernya, baru-baru ini Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Rembang, meluncurkan program angkringan di tiap kecamatan. Peluncuran yang dikemas dengan acara “ngangkring bareng" santri dan warga di sepanjang Jalan Kiai Bisri Mustofa, Leteh, Rembang, pada Sabtu sore, 13 Januari kemarin ini dilanjutkan dengan menyantap nasi, lauk dan kopi ala angkringan.

“Tiap kecamatan diberi satu unit gerobak angkringan. Lengkap dengan "uborampe" yang dibutuhkan. Ini ikhtiyar kita mewujudkan visi besar Nahdlatul Ulama dan Ansor untuk meningkatkan kemandirian dan perekonomian kader,” terang Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang M. Hanies Cholil Barro.

Selain sebagai upaya untuk mewujudkan kemandirian perekonomian organisasi dan kader, ternyata program ini juga bertujuan supaya masyarakat bisa menjadi lebih dekat dengan Ansor. Termasuk bisa bekerjasama dalam hal yang lainnya.

“Sebelum diluncurkan, operator per-kecamatan mengikuti pelatihan singkat pengelolaan angkringan. Pelatihan tentang pelayanan prima terhadap konsumen pun diberikan,” lanjutnya kemudian.

Selain Standar Operasional Prosedur (SOP) angkringan telah diberikan, Departemen Perekonomian Ansor di level kabupaten juga sudah memberikan pedoman tentang produk yang boleh dan dilarang dijual di angkringan tersebut.

“Untuk mengendalikan mutu dan kelanjutannya, Departemen yang membidangi akan selalu melakukan kontrol per-pekannya. Dengan upaya semacam ini, diharapkan angkringan Ansor bisa berkembang dengan pesat,” tandas pria yang akrab dipanggil dengan Gus Hanis ini.

Wakil Ketua Bidang Perekonomian Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang, Nadhief Shidqi, menambahkan, operator angkringan di tiap kecamatan terhubung secara online dengan Departemen Perekonomian. Setiap kasus, termasuk ide-ide inspiratif akan didiskusikan tiap harinya melalui layanan grup whatsapp. Dengan demikian, harapannya, setiap persoalan dan ide segar akan secara cepat diatasi serta SOP pun dapat dipantau penerapannya secara tepat.

Sumber: mataairradio.com

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *