Minta Bertemu Katib 'Aam PBNU, Wapres AS Berharap Pada NU


rumahnahdliyyin.com, Washington DC - Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dalam kunjungannya ke Amerika Serikat melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden negara tersebut, Mike Pence, di Gedung Putih.

Seperti diberitakan oleh NU Online, pertemuan tersebut terlaksana berkat Reverrand Johnie Moore, seorang pendeta Kristen Evangelis, dan Andrew Welther, seorang aktivis Katholik. Terutama, setelah keduanya bertemu dengan Wapres Pence dan menceritakan kalau Gus Yahya tengah berada di AS.

Baca Juga: Gus Yahya: Dunia Berharap Kepada NU

Gus Yahya, demikian kiai ini lebih akrab disapa, tidak menyangka kalau ia mendapat pesan dari staf Gedung Putih bahwa Wapres ingin bertemu dengannya.

“Pertemuan itu diminta oleh Wapres Mike Pence. Saya sendiri tidak menyangka bahwa saat tiba di Washington DC Rabu malam, saya mendapat pesan dari staf Gedung Putih bahwa Wapres ingin bertemu saya,” ceritanya.

Baca Juga: Gus Yahya: Kita Buktikan Islam Berguna Untuk Manusia

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, menyatakan turut berkabung atas serangan teror yang terjadi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini.

“Wapres menyatakan belasungkawa atas serangan teror yang baru saja terjadi,” ungkap Gus Yahya, setelah pertemuan tersebut.

Baca Juga: Islam Italia Iri Terhadap Islam Indonesia

Wapres Pence, imbuh Gus Yahya, berharap kepada NU supaya bisa memainkan peran yang lebih besar lagi dalam mempromosikan Islam yang rohmatan lil-‘alamin di dunia internasional.

“Wapres Pence menyatakan penghargaan setinggi-tingginya kepada NU,” jelasnya.

Selain itu, Pence juga menyampaikan bahwa pemerintah AS memastikan akan membuka diri dan mengupayakan kerjasama lebih lanjut dengan NU dan Indonesia.

Baca Juga: Inilah Bogor Message; Hasil KTT Wasathiyah Islam

Gus Yahya sendiri, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan kepada Wapres AS Mike Pence bahwa konflik antaragama yang terjadi di dunia ini bukan hanya persoalan dunia Islam saja, melainkan persoalan seluruh umat manusia yang harus diselesaikan bersama.

“Seluruh umat manusia, baik muslim maupun non-muslim, harus bekerja sama untuk mencapai solusi dari masalah ini. Karena, ini adalah kepentingan dan tanggungjawab bersama seluruh umat manusia,” tegas Gus Yahya.

Baca Juga: Islam Melarang Umatnya Merusak Rumah Ibadah Umat Lain

Gus Yahya juga menambahkan bahwa kemerdekaan seseorang untuk memilih dan menjalankan agamanya harus dihormati dan dijamin agar nilai-nilai kemanusiaan tidak hilang. Disamping itu, hubungan antarpemeluk agama juga harus dibangun dengan baik.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, ini, saat ini dunia berada dalam era globalisasi. Apa yang terjadi di satu belahan dunia, akan mempengaruhi belahan dunia lainnya.

Baca Juga: Kiai Said dan Master Cheng Yen Berbicara Esensi Beragama

“Maka setiap golongan mayoritas (agama) dimana pun, harus melindungi minoritas, agar sesama pemeluk agama mereka yang hidup sebagai minoritas di belahan dunia lain juga mendapatkan perlindungan dari kelompok mayoritas di tempat mereka,” jelas Gus Yahya.

Di akhir pertemuan, Wapres Pence pun mengantarkan Gus Yahya melewati lorong-lorong Gedung Putih hingga ke halaman sebelum melepas tamunya itu.[]

(Redaksi RN)

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *