rumahnahdliyyin.com, Nabire - Senin malam (07/05/2018), pukul 20.00 WIT., halaman Masjid Al-Falah di Nabire sudah penuh oleh manusia. Mereka adalah para peserta Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Papua dan masyarakat sekitar, baik muslim maupun non-muslim, yang memang berkunjung untuk melihat.
Kali ini, MTQ memasuki acara puncak atau terakhir dari rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan oleh panitia. Sebagai pembukaan, acara diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba serta hasil Raker dan penetapan tuan rumah untuk penyelenggaraan MTQ tahun 2020 mendatang.
Dalam pengumuman lomba, tersebutlah tuan rumah, yakni Kabupaten Nabire, sebagai juara umum MTQ 2018 kali ini.
Baca Juga: Sambutan MTQ ke-27, Bupati Nabire Himbau Umat Islam Untuk Amalkan Al-Qur'an
Dalam sambutanya, ketua LPTQ Papua, M. Musa'ad, menyampaikan bahwa hakikat perlombaan LPTQ ini bukanlah soal juara saja. Namun, bagaimana setiap peserta lomba dan LPTQ daerah mengamalkan nilai-nilai yg terkandung dalam Al-Qur'an dan meyebarkan Islam yang rohmatan lil-'alamin, Islam yang moderat, ramah dan santun, serta senantiasa menjaga toleransi beragama di daerahnya masing masing.
"Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita menjadi penyejuk ditengah-tengah lingkungan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Ketua MUI Papua: Saya Sangat Malu Bila Ada Umat Islam Papua Melakukan Intoleransi
Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen, yang juga memberikan sambutan, mengajak masyarakat muslim, non-muslim, tokoh adat, ormas dan tokoh agama di tanah Papua untuk saling bergandengan tangan demi kemajuan, perdamaian dan persatuan di tanah Papua.
"Kalo kita melihat di Papua, berbagai suku, ras dan agama, ada semua. Dan ini adalah kekuatan kita untuk terus kita jaga," ucapnya.
Baca Juga: Ketua MUI Papua: Jangan Bawa Masuk Papua Isu Diluar, atau Sebaliknya
Lebih lanjut, Hery Dosinaen juga menyatakan bahwa contoh konkret hidup penuh toleransi adalah kehidupan di Papua. Maraknya aksi intoleransi akhir-akhir ini, kehidupan di Papua patut dicontoh oleh daerah lain.
"Disaat daerah lain lagi maraknya isu intoleransi yang berbau SARA, kita di Papua kalau mau melihat toleransi yg sebenarnya, lihatlah Papua. Dan dari tanah Papua, untuk Indonesia," tambahnya lagi.
Baca Juga: Ketua MUI Papua: Menjaga Kerukunan Adalah Sarana Sekaligus Dakwah Umat Islam
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Provinsi Papua juga memberikan penganugerahan kepada Bupati Nabire, yaitu Isaias Douw, sebagai tokoh pluralisme di Papua. Penganugerahan ini diberikan karena Bupati Nabire dinilai telah berhasil mengayomi semua lapisan masyarakat yang majemuk dan beraneka ragam suku, ras dan agama yang berada di Kabupaten Nabire. Sekda pun mengajak seluruh kepala daerah untuk mengikuti torehan Isaias Douw ini.
MTQ yang telah berlangsung dari tanggal 2 hingga 7 April ini, dalam acara penutupannya ini dihadiri oleh Pemkab Nabire, Forkopinda, Ketua Ormas, Ketua Adat, pejabat Pemprov dan jajaran aparat keamanan dari Polri dan TNI.[]
(M. Taha)


