rumahnahdliyyin.com, Bogor - Islam merupakan agama minoritas di Italia. Umumnya, pemeluk Islam di Italia adalah orang-orang keturunan negara-negara Afrika. Pada 2017, diperkirakan ada sekitar 1.5 juta populasi umat Islam dari total 59 juta jiwa populasi seluruh penduduk Italia.
Kendati merupakan kelompok minoritas, Yahya Sergio Yahe Pallavicini, Ketua Komunitas Islam Italia, mengatakan bahwa Islam telah hadir diberbagai sektor dalam kehidupan masyarakat Italia. Hal ini merupakan hasil upaya dari masyarakat muslim di negara itu sendiri yang menghadirkan Islam di Italia tanpa harus bersikap fanatik.
Baca Juga: Ini Pandangan Grand Syaikh Al-Azhar Mengenai Pancasila
Sementara itu, terkait tingginya Islamphobia di Eropa, Pallavicini tidak menampiknya. Ia pun menambahkan bahwa harus ada sharing lintas dimensi untuk menguranginya.
“Setiap orang yang menyerang suatu agama, sama dengan menyerang setiap lapisan masyarakat. Untuk mengurangi Islamphobia, harus ada sharing lintas dimensi untuk membantu menemukan identitas dan mengkaitkan dari tradisi ke modernitas,” kata Pallavicini sebagaimana dikutip dari tempo.co, disela-sela forum High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatyyat Islam, pada Rabu (02/05/2018).
Baca Juga: Gus Yahya: Kita Buktikan Islam Berguna Bagi Manusia
Hidup sebagai minoritas di Italia, membuat Pallavicini "iri" dengan Indonesia. Ia menilai bahwa pengajaran agama Islam di Indonesia sangat berkembang. Hal ini sangat mengejutkan mengingat 80 persen umat Islam di Indonesia bukanlah berdarah Arab, dimana selama ini Islam selalu identik dengan negara-negar Timur Tengah.
Berkaca pada hal ini, Pallavicini pun ingin menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi masyarakat Italia. Indonesia yang terdiri dari beragam suku-bahasa, ternyata bisa hidup dalam harmoni sehingga menginspirasi negara lain.[]
(Redaksi RN)
