Lomba Cipta & Baca Puisi Di Papua

  Panitia Lomba berfoto bareng dengan para juara lomba

muslimpribumi.com | Sorong - Kamis, 28 Desember kemarin, di kompleks suku Kokoda di Kurwato, Aimas, Kab. Sorong, Papua Barat, tidak sepi seperti biasanya. Anak-anak dari Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA/TPQ) dan Madrasah Diniyyah se-Kab. Sorong berduyun-duyun datang ke kompleks itu.


Ya, sebelumnya mereka telah menciptakan puisi. Sebab, lomba pada hari itu yang diselenggarakan oleh Buletin An-Nahdlah dan Madrasah Diniyyah Al-Ibriz Iru Nigeiyah yang notabene sebagai penerbit buletin tersebut adalah Lomba Cipta & Baca Puisi. Jadi, anak-anak itu tidak sekedar membacakan puisi. Melainkan juga menciptanya dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia lomba, yaitu tentang Nabi Muhammad SAW.

Meski pagi itu dihiasi dengan hujan, sejak pukul 07.30 waktu setempat, Kurwato mulai diramaikan dengan anak-anak penuntut ilmu agama Islam tersebut. Dengan didampingi para ustadz dan ustadzah di tempat mereka belajar, dari wajah-wajah mereka terlihat sekali antusias mereka untuk membacakan puisi yang telah mereka ciptakan. "Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi dunia tulis-menulis yang melekat pada diri anak-anak di Papua. Khususnya anak-anak muslim," begitu penjelasan ketua Panitia Lomba, bapak Hamzah Edoba.

Sebelum membuka lomba, pihak Kementerian Agama Kab. Sorong yang pada pagi itu diwakili oleh bapak Supriyanto, dalam sambutannya lebih fokus memberikan semangat kepada masyarakat suku Kokoda.

"Suku Kokoda yang akan datang harus berubah. Harus lebih maju. Tapi perubahan dan kemajuan itu tidak boleh dengan menjadi orang lain. Maksudnya, tetaplah menjadi orang Kokoda yang maju. Misalnya tetap selalu memakai bahasa Kokoda. Jangan lantas maju, kemudian tidak lagi memakai bahasa Kokoda. Jangan lantas maju, memakai bahasa "gue", "elu". Tetaplah jadi Kokoda. Jangan jadi Kokoda-Jawa, Kokoda-Bugis, Kokoda-Batak atau Kokoda-kokoda yang lain. Banggalah menjadi orang Kokoda," papar Kepala Bagian Pendidikan Islam Kementerian Agama ini agak panjang lebar.

Lomba yang berakhir hingga menjelang 'Ashar itu, akhirnya diperoleh enam anak sebagai pemenang lomba. Tiga anak meraih Juara satu, dua dan tiga. Dan tiga anak lagi meraih juara harapan satu, dua dan tiga.

Juara satu berhasil diraih oleh seorang anak yang berasal dari TPA. Al-Muttaqin, yaitu ananda Suci Resky Ramadhani dengan puisi hasil kreatifitasnya yang berjudul "Muhammad, Aku Rindu".

Juara dua diraih oleh ananda Syifa'us Sariroh dari Madrasah Diniyyah Syarifah Ibrahim dengan puisi karyanya yang berjudul "Matahari Dunia".

Juara tiga direngkuh oleh ananda Kartika Apria Ningrum yang berasal dari TPA. Baitur Rahim dengan puisinya ciptaannya yang berjudul "Nabi Tercintaku".

Masing-masing juara ini mendapatkan piala, souvenir dan beberapa rupiah untuk modal pengembangan diri mereka dalam menggeluti dunia listerasi, khususnya sastra, dan terkhusus lagi sastra puisi.

Adapun Juara Harapan 1 diraih oleh ananda Nur Afifah Nanda Riyanti dengan puisi karyanya yang berjudul "Kerinduan Bertemu Rasulullah SAW." Dia berasal dari TPA. Nurul Hidayah.

Sedangkan Juara Harapan 2 dan 3 berasal dari Madrasah Diniyyah yang sama, yaitu dari Madrasah Diniyyah Adz-Dzakirin. Berturut-turut Juara Harapan dua dan tiga yaitu ananda Previ Nur Ismawati dengan karya puisinya yang berjudul "Kelahiran Sang Nabi" dan ananda Dwi Putri Ayu Astuti yang karya pusinya berjudul "Nabi Yang Mulia". Masing-masing Juara Harapan ini mendapatkan piagam penghargaan serta souvenir.

Selain ke-enam anak tersebut, semua peserta lomba juga diberi Sertifikat sebagai penghargaan panitia lomba terhadap partisipasi seluruh peserta lomba yang berjumlah 48 anak ini.

"Insya Allah lomba ini akan kami selenggarakan tiap tahunnya pada tiap kali perayaan kelahiran manusia termulia di bumi ini, yaitu baginda sayyidina Nabi Muhammad SAW.", ucap Nikson Daat sekretaris panitia lomba yang sekaligus layouter buletin An-Nahdlah tersebut.[]
(Redaksi MP)
Read More

Tokoh Nasional Hadiri Haul 8 Tahun Gus Dur


muslimpribumi.com, Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan haul ke-8 Gus Dur juga dihadiri oleh sederet tokoh-tokoh nasional selain ribuan masyarakat umum yang memadati lokasi acara di Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (22/12) malam.

Di antara tokoh nasional yang hadir, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri, tokoh NU Sulawesi Selatan Anregurutta Sanusi Baco, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Panglima TNI periode lalu Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mahfud MD, KH Husein Muhammad, dua Cagub Jawa Timur Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa serta para ulama dan habaib.

Dikonfirmasi oleh NU Online, Ketua Panitia Pelaksana Haul ke-8 Gus Dur, Yenny Wahid mengutarakan, pada momen haul tahun 2017 ini, nilai-nilai kebijaksanaan Gus Dur dalam kehidupan agama, bangsa, dan negara harus terus dihidupkan.

Hal itu, menurutnya, praktik nyata perjuangan dan pengabdian Gus Dur demi bangsa dan negara. “Ini sesuai dengan tema haul, Semua Demi Bangsa dan Negara,” ujar Yenny singkat di sela-sela kesibukannya mengomandani kegiatan haul.

Tema tersebut sengaja dipilih sekaligus sebagai bahan refleksi untuk semua elemen bangsa. Bahwa perspektif dan pilihan politik siapa pun boleh saja berbeda. Sebagaimana agama, suku, dan ras juga tidak semua sama. 

”Namun, semuanya tetap harus disatukan oleh keinginan membangun bangsa, bukan hanya memenangkan kepentingan pribadi dan golongannya saja,” imbuh Direktur Eksekutif Wahid Foundation itu. 

Selain diisi pembacaan tahlil dan istighotsah, acara haul dimeriahkan penampilan Queen Marry, grup biola asal Temanggung, Jawa Tengah, dan grup musik kawakan Bimbo.

Haul di Ciganjur ini sekaligus menandai diselenggarakannya haul Gus Dur di seluruh penjuru tanah air. Beragam bentuk penghormatan dalam rangka haul Gus Dur ini, baik dalam bentuk khataman Al-Qur’an, semaan, istighotsah, tahlil, pertunjukkan seni hingga seminar dan diskusi.

Sumber www.nu.or.id
Read More

Maulid


muslimpribumi.com - Sebagaimana telah kita ketahui dan sudah kita imani bersama bahwa orang yang telah membawa agama mulia yang kita peluk ini, yaitu Islam, adalah Muhammad bin Abdullah. Seorang manusia agung yang terlahir dari rahim Sayyidatina Siti Aminah binti Wahb.

Beliau lahir pada hari Senin, malam 12 Robi'ul Awwal tahun Gajah. Disebut dengan tahun Gajah karena pada tahun tersebut Abrahah Al-Asyram, penguasa Yaman, sedang berusaha menyerang Mekah untuk menghancurkan Ka'bah dengan pasukan gajahnya. Dan hal ini telah diabadikan oleh Allah SWT. dalam Al-Qur'an surat Al-Fiil.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW. ini disambut gembira oleh kakeknya, yaitu Abdul Muththolib. Dialah yang memberi nama seorang bayi yang telah menjadi yatim sejak berumur dua bulan dalam kandungan ibundanya ini dengan nama “Muhammad”.

Tidak hanya kakeknya saja yang gembira atas kelahiran Rasulullah SAW. ini. Pamannya, yaitu Abu Lahab, karena saking gembiranya mendengar kabar kelahiran Rasululullah SAW. ini, seketika pun langsung memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah yang telah memberinya kabar tersebut.

Kendati Abu Lahab adalah dedengkot orang kafir dan telah dikecam dalam Al-Qur'an sebagai orang celaka, karena kegembiraannya ini, dia dapat keringanan siksaan pada tiap hari kelahiran Nabi SAW. ini, yaitu tiap hari Senin.

Sebagai umat Islam, tentunya kita semua juga sangat gembira atas lahirnya Nabi kita ini. Tanpa beliau, pasti kita semua masih hidup dalam kejahiliyahan hingga hari ini. Ibarat film , beliau adalah pahlawan kita. Super hero kita semua.

Dalam kitab Haulal-Ihtifal Bidzikril Maulidin Nabawi Asy-Syarif, Sayyid Muhammad bin 'Alawi Al-Maliki Al-Hasani mengatakan bahwa 
kegembiraan atas keberadaan Rasulullah SAW. merupakan sesuatu yang diperintahkan oleh agama. Firman Allah SWT., “Qul bifadllillaahi wabirohmatihi fabidzaalika falyafrohuu ,” katakanlah bahwa dengan anugerah Allah SWT. dan dengan rahmat-Nya, supaya berbahagia-lah mereka semua.

Ibnu Abbas RA. mengatakan bahwa yang dimaksud dengan anugerah dalam ayat diatas adalah ilmu. Sedangkan yang dimaksud dengan rahmat adalah Nabi Muhammad SAW.

Tentu saja setiap orang mempunyai cara berbeda-beda dalam mengekspresikan kegembiraan. Rasulullah SAW. sendiri dalam mensyukuri kelahiran beliau ini yaitu dengan berpuasa. Pernah suatu hari beliau ditanya oleh seorang sahabat yang mendapati beliau sedang berpuasa dihari senin. Beliaupun menjawab bahwa hari itu adalah hari kelahiran beliau.

Bergembira atas lahirnya Rasulullah SAW. dengan meniru beliau dengan berpuasa, tentu sangat baik. Kendati demikian, melakukan hal lain selama tidak menyimpang dan menyalahi aturan agama juga tidak apa-apa. Terlebih bila yang dilakukan itu terbukti baik dan bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. serta menambah syi'ar Islam. Seperti berkumpul untuk berdzikir, membaca Al-Qura'n, sholawatan, mendengar kisah-kisah mulia beliau, bersedekah atau lainnya.

Bersyukur dan bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. alangkah baiknya dilakukan setiap saat. Akan tetapi, lebih dianjurkan lagi 
pada setiap hari Senin dan setiap bulan Robi'ul Awwal. Sebab, hal itu adalah berkaitan dengan ketepatan waktu kelahiran Rasulullah SAW. 
Karena itu, para ulama dan kiai-kiai kita telah mengajari kita semua pada tiap hari Senin malam untuk melakukan pembacaan sholawat bersama-sama di Musholla, Masjid dan tempat lainnya. Juga melakukan hal yang sama ketika datang bulan Robi'ul Awwal selama sebulan penuh.

Tetapi sayang, kelihatannya lambat laun tradisi yang mulia ini mulai berkurang dilaksanakan dimana-mana. Semakin hari semakin meredup dan perlahan menghilang entah karena apa. 
Meskipun demikian, tiap bulan Robi'ul Awwal tiba kita masih bisa melihat kaum muslimin dimana-mana bersuka cita merayakan kelahiran Rasulullah SAW. dengan berbagai rangkaian acara.

Bukankah kita selalu bersuka cita ketika tiba hari kelahiran anak, istri atau suami kita tercinta? Bukankah kita selalu memperingati kelahiran orang-orang terdekat yang kita cintai dan sayangi itu dengan minimal membuat pesta ala kadarnya?

Kalau terhadap mereka saja kita bersuka cita karena kelahirannya, tentu terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW. kita juga sudah sepatutnya melakukan hal yang sama. Sebab, mereka dan Nabi Muhammad SAW. adalah orang-orang yang kita cintai bukan?

Akhirnya, al-mar-u ma'a man ahabbah, seseorang akan dikumpulkan bersama dengan orang yang dicintainya. Semoga di akhirat kelak kita semua dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang kita cintai. Termasuk dan terlebih dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Amin. Wallaahu a'lam.

Oleh: Agus Setyabudi, Khodim di Madrasah Diniyyah Al-Ibriz Iru Nigeiyah, Sorong, Papua Barat.
Read More

Gus Mus Raih Yap Thiam Hien Award 2017

Gus Mus dalam acara Sastra Pelataran di Semarang
              
rumahnahdliyyin.com - KH. Ahmad Mustofa Bisri atau yang lebih dikenal dengan Gus Mus terpilih sebagai peraih Yap Thiam Hien Award tahun 2017.

Kiai yang akrab dengan Gus Dur ini dinilai sudah memperjuangkan hak asasi manusia melalui ajaran agamanya.

Ada 5 orang dewan juri Yap Thiam Hien Award pada tahun ini. Mereka adalah Makarim Wibisono (diplomat senior), Siti Musdah Mulia (Ketua Umum ICRP), Yoseph Stanley Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Zumrotin K. Susilo (aktivis perempuan dan anak) serta Todung Mulya Lubis (Ketua Yayasan Yap Thiam Hien).

Proses penentuan peraih Yap Thiam Hien Award 2017 diawali dengan mengumpulkan kandidat yang dihimpun dari jaringan/komunitas dan masyarakat luas sejak Mei 2017.

Awalnya, ada 34 nama yang muncul dan terus mengerucut hingga menjadi 4 nama.

"Akhirnya, pada sidang dewan juri kedua yang dilaksanakan 11 Desember 2017, kami sepakat memilih KH. Ahmad Mustofa Bisri sebagai peraih Yap Thiam Hien Award 2017," kata Todung Mulya Lubis saat jumpa pers bersama dewan juri lainnya di Jakarta pada Kamis, 21 Desember 2017.

Todung mengatakan, Gus Mus memang tidak pernah dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia. Ia lebih dikenal sebagai kiai, pimpinan pondok pesantren, dan budayawan.

"Namun buat saya, Gus Mus dengan semua karyanya, dengan semua sepak terjangnya, keterlibatannya, adalah seorang pejuang hak asasi manusia," kata Todung.

Todung mengatakan, Gus Mus juga telah berjasa memperkuat hak beribadah dalam keyakinan setiap pribadi masing-masing.

Gus Mus adalah muslim toleran yang menghargai agama minoritas, bahkan aliran kepercayaan yang statusnya tidak diakui pemerintah.

"Dia tidak bersuara lantang seperti Munir, Yap Thiam Hien, ataupun Adnan Buyung. Tapi dalam puisi, dalam ceramahnya, selalu meneguhkan komitmen untuk pluralitas dan kemajemukan," kata Todung.

Todung menambahkan lagi, terpilihnya Gus Mus juga mempertimbangkan konteks politik Indonesia kekinian. Kondisi dimana agama kerap dijadikan alat politik untuk meraih kekuasaan.

"Dia concern dan prihatin melihat agama dipolitisasi, dijadikan alat politik. Dia tidak mengerti kenapa agama masuk dalam politik dengan vulgar," kata Todung.

Penghargaan Yap Thiam Hien Award 2017 ini rencananya akan diserahkan langsung kepada Gus Mus dalam sebuah acara seremoni yang digelar pada 24 Januari 2018 mendatang.


Sumber: kompas.com
Read More

Gus Mus - Akhlaq Sebagai Inti Islam


muslimpribumi.com - Islam itu "innama bu'itstu liutammima makaarimal-akhlaaq." Simak selengkapnya tausiyah singkat dari KH. A. Mustofa Bisri atau Gus Mus dalam video ini. pada pokoknya, pada intinya adalah akhlaq. Sabda Nabi Muhammad SAW.

Read More

Yang Membatalkan Wudlu’



muslimpribumi.com - Setelah menyampaikan fardlu-fardlu wudlu’ pada kesempatan sebelumnya, kali ini akan disampaikan hal-hal yang dapat membatalkan wudlu’ yang jumlahnya ada empat, yaitu:

  1. Sesuatu yang keluar dari qubul maupun dubur. Baik hal-hal yang wajar seperti air kencing, kentut, maupun hal-hal yang tidak wajar semisal cacing, batu, besi, emas, bahkan walaupun yang keluar itu berupa makanan yang enak atau lainnya.
  2. Hilangnya akal dengan sebab apapun. Seperti gila, ayan, mabuk, tidur dan lain sebagainya. Untuk tidur, ada yang bisa tidak membatalkan wudlu’, yaitu apabila tidurnya dengan posisi duduk dan itupun bila pantatnya tidak bergeser yang dapat memungkinkan keluarnya angin darinya atau semisalnya.
  3. Bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang bukan mahrom yang sudah baligh. Artinya, bersentuhan kulit dengan orang yang halal untuk dinikahi tanpa penghalang kain atau semisalnya. Jadi, tidak apa-apa bersentuhan kulit dengan lawan jenis jika masih bayi atau anak-anak yang belum baligh.
  4. Menyentuh qubul atau dubur manusia dengan telapak tangan atau jemari bagian dalam. Termasuk juga qubul maupun duburnya sendiri. Yang dimaksud dengan bagian dalam yaitu bagian telapak tangan dan jemari yang apabila kita tempelkan kedua telapak tangan kita, bagian itu tidak terlihat dari luar.

Jadi, apabila sehabis wudlu’ kemudian kita mengalami hal-hal sebagaimana tersebut diatas, maka wudlu’ kita telah batal. Dan kita harus berwudlu’ lagi apabila kita ingin melakukan ibadah yang ibadah itu mensyaratkan pelakunya harus suci terlebih dahulu dari hadats kecil.

Demikian kiranya paparan yang bisa kami berikan. Meski singkat, semoga bisa dipahami dan bermanfaat. Amin.
Wallahu a’lam. []


* Oleh: Agus Setyabudi, Aktivis Muda NU di Papua dan Penyuka Kopi.
Read More

Ahlussunnah wal-Jama'ah


rumahnahdliyyin.com - Baginda Nabi Muhammad SAW. dalam sebuah hadits telah bersabda, "iftaroqotil-yahuudu 'alaa ihdaa wasab'iina firqotan, wan-nashooroo 'alaa itsnaini wasab'iina firqotan. Wasataftariqu ummatii 'alaa tsalaatsin wasab'iina firqotan. An-naajiyatu minhaa waahidatun. Walbaaquuna halkaa. Qiila: waman an-naajiyatu? Qoola: ahlussunnati wal-jamaa'ati. Qiila: wamaa ahlussunnati wal-jamaa'ati? Qoola: maa ana 'alaihi wa ashhaabii."

Kaum Yahudi telah terberai menjadi 71 kelompok. Sedangkan kaum Nasrani telah terbelah menjadi 72 kelompok. Adapun umatku (sabda Nabi Muhammad SAW.) akan terpecah menjadi 73 kelompok yang mana hanya satu kelompok saja yang selamat dan sisanya binasa. Ada sahabat yang bertanya: "Siapa kelompok yang selamat itu?" Rasulullah SAW. menjawab: "Yaitu ahlussunnah wal-jama'ah." Ada sahabat yang bertanya lagi: "Apa itu ahlussunnah wal-jama'ah?" Jawab Rasulullah SAW.: "Yaitu apa yang aku berada diatasnya bersama para sahabatku."

Apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW. diatas, kian hari kian tampak benderang. Macam-macam golongan dalam Islam sudah banyak kita temukan. Bermunculan subur bagai jamur di musim penghujan. Masing-masing kelompok saling klaim sebagai pihak ahlussunnah wal-jama'ah sebagaimana yang disebut oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. sebagai satu-satunya golongan yang selamat.

Pengklaiman semacam ini sangatlah wajar. Setiap kelompok tentu merasa dan ingin kelompoknyalah sebagai kelompok yang benar. Menjadi kelompok yang selamat sebagaimana yang diisyaratkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. dengan ahlussunnah wal-jama'ah. Justru yang tidak wajar adalah apabila ada kelompok yang mengklaim diri sebagai kelompok yang sesat dan akan binasa dalam api neraka.

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa ahlussunnah wal-jama'ah adalah orang yang mengikuti Rasulullah SAW. dan para sahabatnya. Jadi, apabila ada kelompok-kelompok yang mengaku dan mengklaim diri sebagai ahlussunnah wal-jama'ah, maka kita bisa mengamati mereka apakah mereka mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. atau tidak. Atau, malah sebaliknya mereka menentang dan mengingkarinya.

Jika ternyata kelompok tersebut terbukti mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW., maka kita harus mengamatinya lagi apakah mereka juga mengikuti para sahabat Nabi SAW., atau tidak. Atau, jangan-jangan malah mereka justru mencela dan memaki para sahabat.

Jika dalam pengamatan sudah terbukti dengan validitas yang terjamin bahwa kelompok tersebut memang mengikuti ajaran Rasulullah SAW. dan para sahabatnya, maka tidak disangsikan lagi bahwa kelompok tersebut adalah kelompok ahlussunnah wal-jama'ah yang telah disebutkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. sebagai satu-satunya kelompok yang selamat.

Namun, untuk mengidentifikasi dengan tepat dan benar dengan validitas yang terjamin bahwa suatu kelompok benar-benar telah mengikuti Rasulullah SAW. dan para sahabatnya bukanlah perkara yang sederhana. Tidak semudah seperti kita semua bisa mengenali mana kopi dan mana susu ketika keduanya disuguhkan kepada kita. Membutuhkan beberapa bidang keilmuan yang harus dikuasai untuk melakukan ini.

Nah, bersyukurlah kita semua bahwa para ulama' sudah jauh hari mengkaji perihal ini. Sehingga kita semua tidak harus melakukan pengidentifikasian hal ini sendiri-sendiri. Terlebih kebanyakan dari kita hanyalah orang awam yang tidak mempunyai keilmuan yang mumpuni untuk hal ini. Juga tentu saja kebanyakan dari kita tidak punya cukup waktu untuk hal ini.

Al-Hafidh Murtadlo Az-Zabidi telah mengatakan bahwa apabila disebutkan "ahlussunnah wal-jama'ah" maka yang dimaksud adalah Asy'ariyah dan Maturidiyah. Maksudnya, orang-orang yang mengikuti aqidah Imam Abu Hasan Al-Asy'ari (wafat 324 H) dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi (wafat 333 H). Hal ini dikarenakan beliau berdualah yang menjelaskan aqidah ahlussunnah wal-jama'ah ketika merebak berbagai aliran dalam Islam seperti Jabariyah, Qodariyah, Mu'tazilah, Musyabbihah, dan lain sebagainya. Dari sinilah sehingga ashlussunnah wal-jama'ah dinisbatkan pada nama kedua Imam mulia ini.

Perlu diketahui, pengikut kedua Imam ini sangatlah banyak. Ada ratusan juta umat Islam di seluruh dunia. Termasuk para pengikut madzhab fiqih Syafi'i, Maliki, Hanafi, dan Hanbali. Dengan kata lain, pengikut Imam Asy'ari dan Imam Al-Maturidi merupakan mayoritas muslim dunia. Apa mungkin ada yang salah dari sesuatu yang diikuti oleh mayoritas orang dari waktu ke waktu? Sehubungan dengan hal ini Kanjeng Nabi Muhammad SAW. telah bersabda, "Innallaaha laa yajma'u ummatii 'alaa dlolaalatin. Wayadullaahi 'alal-jamaa'ati," Sungguh Allah SWT. tidak akan mengumpulkan umatku atas kesesatan. Dan pertolongan Allah SWT. akan diberikan kepada jama'ah.

Sebagaimana kita amati dan lihat bersama, dewasa ini animo umat Islam bangsa ini terhadap agama Islam sangat luar biasa. Hal ini seharusnya merupakan suatu indikasi yang positif. Namun, sebagaimana kita saksikan bersama, yang terjadi justru adalah sebaliknya. Negara ini dibuat gaduh karenanya. Bila ditelusuri, ternyata yang bikin gaduh adalah kelompok Islam minoritas. Suatu kelompok yang sering sekali dengan mudah menuduh pihak lain diluar kelompok mereka sebagai pelaku syirik dan bahkan kafir. Dan bila ditelusuri lebih jauh, ternyata mereka bukanlah pengikut Imam Asy'ari dan Imam Al-Maturidi. Padahal, setiap saat mereka dengan lantang mengklaim diri sebagai ahlussunnah wal-jama'ah. Parahnya, mereka juga mensesat-kafirkan kedua Imam yang menjelaskan aqidah ahlussunnah wal-jama'ah.

Akhirnya, marilah kita yang awam ini hendaknya mengikuti para ulama' yang sudah terbukti keilmuannya. Dengan demikian, kita semua bisa membentengi diri dan tidak terbawa masuk ke dalam kelompok-kelompok yang mengaku sebagai ahlussunnah wal-jama'ah padahal sejatinya bukan ahlussunah wal-jama'ah. Dan semoga Allah SWT. senantiasa menghindarkan kita semua dari kelompok-kelompok tersebut. Amin. Wallaahu a'lam. []

Oleh: Agus Setyabudi, Khodim di Madrasah Diniyyah Al-Ibriz Iru Nigeiyah, Sorong, Papua Barat.
Read More

Gusmus - Keistimewaan Nabi Muhammad SAW


rumahnahdliyyin.com - Keistimewaan Kanjeng Nabi Muhammad SAW oleh K.H. Musthofa Bisri (Gusmus)


Read More

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif


rumahnahdliyyin.com, Jakarta - Kejadian yang sangat viral pada saat ini adalah adanya penceramah agama yang tidak kompeten di salah satu TV Nasional, sehingga mengundang keprihatinan ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama' (LD. PBNU), KH. Maman Imanul Haq.

Kiai Maman juga menegaskan bahwa TV adalah media yang efektif ditonton dan mempengaruhi pola pikir masyarakat umum. "Apabila tayangan ceramah keagamaan yang berkualitas dengan materi dakwah yang transformatif dan aktual disuguhkan oleh penceramah yang kompeten, maka akan mengukuhkan nilai agama yang menjadi spirit perubahan dan perdamaian. Sebaliknya, bila materi ceramah yang hanya tekstual, tidak komprehensif dikarenakan ketidak-kompetenan dan cenderung menyalahkan kelompok yang berbeda, maka akan mempengaruhi masyarakat untuk saling membenci dan akan membingungkan umat," ujarnya.

Kejadian kurang bagus ini menarik perhatian bersama-sama dengan ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr (Lembaga Infokom dan Publikasi) LTN PBNU, Cak Usma, untuk memberikan solusi terhadap penyediaan ustadz penceramah yang memiliki kompetensi keagamaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada para pihak yang membutuhkan, termasuk stasiun televisi.

"Pada saat ini telah disediakan dan terus dikembangkan website layanan Syi'ar Digital Nahdlatul Ulama' dengan alamat www.nahdlatululama.id yang menyediakan daftar profil ustadz dari berbagai propinsi dengan beragam keilmuan agama yang secara video ditampilkan di kanal video http://youtube.com/nahdlatululama sehingga memudahkan masyarakat perkotaan dan perkantoran dalam mencari ustadz," lanjut Cak Usma.

Dalam kesempatan setelah penyerahan daftar profil 30 ustadz muda NU ke stasiun TV, LDNU dan LTNNU menyepakati secara sinergis dan berkala akan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk terus mengembangkan kegiatan syiar dakwah NU secara berkesinambungan, termasuk di dalamnya untuk melakukan visit media dan penawaran kepada para pihak yang membutuhkan para ustadz penceramah yang berkompeten, memberikan solusi keagamaan dengan penuh rahmat, serta memberikan dampak sosial yang membawa perbaikan bagi peradaban.[]
Read More

Fardlu Wudlu'


rumahnahdliyyin.com - Wudlu’ merupakan bentuk sesuci dari hadats kecil. Ibadah-ibadah yang mensyaratkan harus suci dari hadats kecil terlebih dahulu dalam pelaksanaannya, maka seseorang harus melakukan wudlu’ terlebih dahulu.

Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, wudlu’ juga memliki tatacara. Dalam kesempatan kali ini, akan disampaikan tentang fardlu-fardlu wudlu’ yang jumlahnya ada enam, yaitu:
  1. Niat. Niat dalam wudlu’ berada dalam hati dan pelaksanaanya yaitu ketika membasuh wajah. Sedangkan melafadhkannya adalah sunah. Adapun niat wudlu’ yaitu: nawaitul-wudluu’a lirof’il-hadatsil-ashghori fardlol-lillaahi ta’aala
  2. Membasuh wajah. Bagian wajah yang harus dibasuh yaitu dari atas ke bawah mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga habis janggut. Sedangkan bagian samping yaitu mulai dari pentil telinga kiri hingga pentil telinga yang kanan.
  3. Membasuh kedua tangan. Bagian tangan yang harus dibasuh yaitu mulai dari ujung-ujung jari tangan hingga siku.
  4. Mengusap sebagian kepala. Bagian kepala yang harus diusap bisa bagian mana saja dari kepala, asal bagian itu masih merupakan tempat dimana rambut tumbuh.
  5. Membasuh kedua kaki. Bagian kaki yang harus dibasuh yaitu mulai dari ujung-ujung jari kaki hingga betis.
  6. Tertib. Yaitu berurutan. Artinya mendahulukan yang harus didahulukan dan mengakhirkan yang memang akhir.
Mengingat enam hal diatas merupakan fardlu dalam wudlu’, maka apabila salah satu dari enam hal diatas ada yang terlewati, maka wudlu’ yang dilakukan tidak sah.
Akhirnya, meski ringkas, semoga apa yang disampaikan diatas cukup bisa dipahami dan memberikan manfa’at. Amin.
WAllâhu a’lam.


*Oleh: Agus Setyabudi, Aktivis Muda NU di Papua.
Read More