Pentingnya Kreatifitas Bagi Pesantren


muslimpribumi.com - Pengelola lembaga pendidikan Pondok Pesantren tidak cukup hanya bermodalkan kecerdasan. Tetapi juga harus kreatif. Kreatifitas dalam mengelola pesantren sangat diperlukan supaya pesantren-pesantren bisa terus berinovasi untuk menyesuaikan diri dengan jaman yang sudah Milenial ini .

Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. H. A. Helmy Faishal Zaini (HFZ) pada saat meresmikan Rumah Aspirasi dan Berugak Baca Helmy Faishal Zaini di Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu kemarin.

HFZ mengungkapkan bahwa ada banyak pesantren kreatif di Indonesia yang bisa ditiru. Ada yang kreatif dibidang ekonomi, sosial kemasyarakatan, kesehatan dan juga kreatif di bidang dakwah.

Helmy menyebutkan salah satu contoh pesantren yang patut ditiru adalah Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur. Menurutnya, Pesantren ini telah berhasil mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro Syari'ah melalui pendirian Baitul Maal Wat Tamwil (BMT).

Melalui BMT, Pesantren Sidogiri berhasil memerankan diri tidak hanya sebagai Pesantren tempat belajar agama ribuan santri, tetapi juga sukses memberdayakan dan mendorong kemandirian pesantrennya, kemandirian santri, alumni dan masyarakat luas di Jawa Timur.

"Sidogiri ini luar biasa. Mengawali BMT dengan modal hanya 50 juta, tapi sekarang sudah memiliki ratusan cabang dan omsetnya mencapai 3.5 Triliun," tuturnya.

Menurutnya, hal ini bisa dilakukan oleh Pesantren Sidogiri karena pesantren ini menggunakan daya kreatifitasnya. Sehingga inovasi-inovasi bisa terus dilakukan.

Selain Pesantren Sidogiri, HFZ juga mencontohkan pesantren di Cicalengka, Jawa Barat yang melakukan pemberdayaan dengan cara mengajak masyarakat untuk menanam satu jenis tanaman khusus di halaman rumahnya.

"Kalau disini, pesantren mengambil peran pemodal sekaligus pengepul. Masyarakat diajak bertanam, lalu hasilnya dijual ke pesantren," jelasnya.

HFZ bersyukur, di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini, ada pesantren seperti Sirajul Huda yang memulai hal-hal kreatif seperti itu. Di Pesantren ini ia juga menyaksikan kreatifitas-kreatifitas yang serupa. Mengembangkan Agribisnis dan Multimedia yang kemudian diajarkan pada santri-santrinya.

"Kita bersyukur, Sirajul Huda menambah daftar pesantren-pesantren kreatif di Indonesia. Maka, saya berharap supaya pesantren ini bisa lebih banyak lagi memberdayakan masyarakat. Terutama disektor ekonomi dimasa-masa mendatang," tandasnya lagi. [] (Ed. Asb).

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *