Piala Presiden Festival Sholawat Nusantara


muslimpribumi.com, Jakarta - Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (ormas) Keagamaan dan Kepemudaan akan menggelar Festival Sholawat Nusantara.

Festival ini merupakan perlombaan berjenjang yang memperebutkan piala Presiden Joko Widodo. Lomba ini akan diikuti oleh beragam kelompok dan kalangan. Mulai kalangan pesantren, mahasiswa dan pelajar, hingga kelompok-kelompok atau majelis-majelis pengajian kantor, BUMN serta berbagai majelis keagamaan di masyarakat.


Lomba akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Mulai dari lomba antar kecamatan, lalu antar kabupaten yang kemudian diteruskan ke antar provinsi, hingga ke tingkat nasional.

“Dengan tema acara "Cinta Sang Nabi", kami ingin menabur kembali nilai Islam yang penuh bahasa cinta, bukan bahasa perbedaan dan kebencian. Ini adalah upaya merawat tradisi dan kearifan lokal, sekaligus mengangkat kembali kekayaan Islam Nusantara,” kata inisiator  Festival Sholawat Nusantara, Nusron Wahid, saat konferensi pers di Jakarta.

Nusron yang menjadi Ketua Panitia Pengarah mengungkapkan bahwa kekayaan tradisi sholawat di Indonesia merupakan bukti bahwa kehadiran Islam tidak menggerus budaya lokal. Tapi justru membaur dan saling menguatkan.

Menurut Ketua Panitia Acara, Habib Sholeh, digelarnya acara ini sekaligus sebagai inisiatif untuk lebih mengedepankan ajaran Islam yang damai dan menumbuhkan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW.

“Kita perlu mengingatkan kembali ruh ajaran Islam yang meneladani akhlaq Rasulullah SAW. Sholawat sebagai ekspresi cinta umat kepada Nabinya merupakan salah satu cara untuk memberikan nuansa Islam yang sejuk,” katanya.

Sekretaris PP. RMI ini meyakini bahwa ketika kita kembali terbiasa mengekspresikan bahasa cinta dalam tradisi keagamaan, maka akan tercipta suasana yang lebih adem.

“Agama jadi perekat yang menguatkan. Bukan menjadi faktor yang bisa memecah belah,” tukasnya.

Untuk pembukaan acara ini, akan digelar sebuah perhelatan yang menggambarkan kekayaan tradisi sholawat. Pada acara pembukaan yang dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2018 ini akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Sementara acara lombanya sendiri akan dimulai di seluruh Indonbesia pada awal Maret 2018. Dan puncak acara sekaligus finalnya akan dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2018 yang bertepatan dengan Peringatan Hari Santri.

“Harus diakui, tradisi sholawat tidak dapat dipisahkan dari tradisi pesantren,” ungkap habib Sholeh.

Acara ini terlaksana atas kerjasama beberapa lembaga seperti Lazisma, PP. RMNU, Jama'ah Dzikir Yaqowiyy, Ikhwanul Muballighin, PP. IPNU dan FKDT.

“Kesemua lembaga ini memang yang selama ini menjadikan tradisi sholawat sebagai bagian dari nafas perjuangannya. Jadi ini adalah kerja besar dan kerja bersama untuk tujuan manggaungkan kecintaan kita kepada Sang Nabi,” tutup Habib Sholeh.

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *