Hari Akhir


muslimpribumi.com - Hari akhir adalah hari dimana manusia dibangkitkan dari alam qubur dan dikumpulkan pada sebuah tanah lapang untuk dihisab. Pada hari akhir inilah nasib seluruh manusia ditentukan antara memperoleh keni'matan surga atau adzab neraka.

Selaku umat Islam, kita wajib mengimani hari akhir dan segala sesuatu yang ada dan akan terjadi di dalamnya. Firman Allah SWT. dalam surat An-Nisaa', ayat 136,

ومن يكفر بالله وملئكته وكتبه ورسله واليوم الأخر فقد ضلّ  ضللا بعيدا (النّساء : ١٣٦

“Dan barang siapa ingkar terhadap Allah SWT., malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan hari akhir, maka sungguh ia telah sesat sangat jauh.

Hari dimana manusia menerima catatan perbuatannya dengan tangan kiri atau dengan tangan kanan ini disebut dengan “hari akhir”, karena tidak akan ada hari lagi setelah hari ini. Dan hari akhir inilah yang biasa kita kenal dengan hari qiyamat.

Kendati hari qiyamat pasti akan tiba, namun mengenai kapan waktu datangnya tidaklah ada seorangpun yang bisa mengetahuinya. Termasuk para malaikat maupun para nabi dan para rasul.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda mengenai perjumpaan beliau dengan Nabi Ibrahim AS., Nabi Musa AS. dan Nabi Isa AS. sewaktu menjalani peristiwa Isro'-Miroj. Dalam perjumpaan itu, para nabi itu tengah berbincang-bincang tentang hari qiyamat.

“Aku tidak mempunyai pengetahuan tentang hari qiyamat,” kata Nabi Ibrohim AS. ketika perbincangan itu dilemparkan kepada beliau.

“Aku tidak mempunyai pengetahuan tentang hari qiyamat,” kata Nabi Musa AS. ketika perbincangan dilemparkan kepada beliau setelah sebelumnya kepada Nabi Ibrohim AS.

Dan ketika perbincangan dilemparkan kepada Nabi Isa AS., beliau berkata, “mengenai waktu terjadinya hari qiyamat, tidaklah ada seorang pun yang mengetahuinya. Hanya Allah SWT. sajalah yang mengetahuinya.”

Dalam Al-Qur'an surat Al-A'roof, ayat 187, Allah SWT. berfirman,

يسئلونك عن السّاعة أيّان مرسها، قل إنّما علمهاعند ربّى، لايجلّيها لوقتها إلّاهو (ألأعراف: ١٨٧

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad SAW.) tentang hari qiyamat, kapan terjadinya? Katakanlah (Muhammad SAW.): sungguh, pengetahuan tentang itu berada di sisi Tuhanku, yang tiada seorangpun mampu menjelaskan waktu terjadinya kecuali hanya Dia (Allah SWT.).”

Dalam kitab Tafsir Jalaalain yang dikarang oleh Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi diterangkan bahwa mereka yang bertanya perihal waktu datangnya hari qiyamat dalam ayat ini yaitu para penduduk Makkah. Pendapat ini juga diamini oleh Ibnu Katsir yang mengatakan bahwa Kafir Quraisy yang sering bertanya tentang waktu datangnya hari qiyamat ini, mengiringi pertanyaan yang diajukan kepada Nabi Muhammad SAW. ini dengan nada tidak mempercayai dan mendustakan akan datangnya hari akhir ini.

Dari ayat Al-Qur'an dan Al-Hadits yang telah disebutkan diatas, kiranya kita selaku umat Islam jangan sampai ikut-ikutan mempercayai ramalan-ramalan maupun prediksi-prediksi mengenai kapan waktu pastinya terjadi hari qiyamat. Contohnya, ramalan suku Maya di Amerika yang telah terbukti salah dan memang pasti salah yang telah meramalkan bahwa qiyamat akan terjadi pada tanggal 12, bulan 12 dan tahun 2012 yang sudah lewat .

Untuk tidak mempercayai ramalan-ramalan semacam itu, kita dengan mudah bisa menggunakan logika berpikir sederhana seperti ini: kalau sekelas para nabi yang notabene orang yang dekat dengan Allah SWT. saja tidak mengetahui kapan datangnya hari qiyamat dan menyatakan bahwa hanya Allah SWT. sajalah yang mengetahui soal itu, bagaimana mungkin seorang tukang ramal mampu mengetahui kapan datangnya qiyamat?

Kendati waktu datangnya hari qiyamat yang mengetahui secara pasti hanyalah Allah SWT., namun tanda-tanda akan kedatangannya telah diberitahukan Allah SWT. kepada Rasulullah SAW. Diantaranya yaitu:
  1. Dicabutnya ilmu dengan cara diwafatkan para ulama.
  2. Tampaknya kebodohan.
  3. Sedikitnya jumlah lelaki.
  4. Banyaknya perempuan hingga bila dibandingkan dengan jumlah lelaki mencapai 50 banding 1.
  5. Merajalelanya perzinaan.
  6. Merebaknya minuman keras.
  7. Tidak ada nya seorang pun yang mau menerima sedekah karena semua manusia kaya.
  8. Tidak mengucapkan salam kecuali hanya kepada orang yang dikenal saja.
  9. Saling berbangga-bangganya manusia dalam membangun masjid.
  10. Islam hanya tinggal namanya.
  11. Al-Quran hanya tinggal tulisannya.
  12. Tidak ada lagi orang yang menyebut nama Allah SWT., dan yang lainnya.

Seorang badui (orang Arab pedesaan) pernah datang kepada Rasulullah SAW. dan bertanya: “kapankah hari akhir itu terjadi?”

Mendengar pertanyaan ini, Nabi Muhammad SAW. tidak menjawabnya. Beliau justru bertanya balik kepadanya: “bekal apakah yang sudah kau siapkan untuk menghadapi kedatangannya?”

“Tidak ada,” jawab lelaki badui itu. “Kecuali aku mencintai Allah SWT. dan rasul-Nya,” sambungnya.

“Kalau begitu, kau akan berkumpul dengan orang yang kau cintai,” jawab Rasulullah SAW.

Menurut para ahli Hadits, dialog antara Nabi Muhammad SAW. dan seorang Badui di atas ini mengandung pengertian bahwa ketika Rasulullah SAW. ditanya tentang suatu hal yang tidak perlu untuk diketahui, maka beliau mengarahkan sekaligus memberikan petunjuk kepada hal lainnya yang lebih penting. Dan hal yang tidak perlu kita ketahui karena memang tidak mungkin untuk kita ketahui adalah waktu pastinya datangnya hari qiyamat. Karena itu, alangkah lebih baik dan lebih penting bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya.

Akhirnya, demikianlah sekelumit uraian mengenai hari akhir atau hari qiyamat yang wajib kita imani itu. Semoga bisa dimengerti, dipahami dan bermanfaat untuk kita semua. Amin.
WaLlaahu a'lam. []


Oleh: Agus Setyabudi, Khodim di Madrasah Diniyyah Al-Ibriz Iru Nigeiyah, Sorong, Papua Barat.

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *