muslimpribumi.com | Jakarta - Seorang warga negara Amerika, Russel Qu, menyatakan diri memeluk agama Islam di hadapan sejumlah pengurus harian PBNU di Jalan Kramat Raya, Nomor 164, Senin sore kemarin. Tampak hadir dalam kesempatan itu yaitu Bendahara Umum PBNU (H. Bina Suhendra), Ketua PBNU (H. Robikin Emhas) dan Waskjen PBNU (H. Andi Najmi).
Ketika membaca dua kalimat syahadat, Imigran asal Indonesia ini dibimbing oleh Ketua Umum PBNU, KH. Sa'id Aqil Siroj.
“Mudah-mudahan, bapak mendapat petunjuk langsung dari Allah SWT.,” kata kiai Sa'id.
Russel adalah warga negara Amerika asal Jakarta yang sejak tahun 1989 menetap tinggal di Amerika. Hampir 30 tahun ia tinggal di negeri Paman Sam itu. Kepada Russel, Kiai Said menerangkan prinsip pokok dalam agama Islam, yaitu teologi, ritual dan moral.
"Kepercayaan terhadap Yang Gaib merupakan salah satu konsep fundamental dalam teologi Islam. Kepercayaan terhadap Yang Gaib dapat membimbing perilaku hidup keseharian manusia di alam nyata ini," tutur pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini.
Kiai Said juga mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang mulia. Dengan mempercayai Yang Gaib, seseorang sudah cukup untuk menjadikannya sebagai pedoman hidup.
“Pegang satu ayat saja. Misalnya ayat yang menyatakan, 'kebaikan yang kamu lakukan, Allah pasti lihat. Kejahatan yang kamu lakukan, Allah pasti tahu.' Disinilah substansi orang beragama,” terangnya kemudian.
Selain itu, kiai yang kerap diterpa fitnah ini juga mengimbau kepada warga negara Amerika yang baru memeluk Islam supaya mempelajari dasar-dasar sholat.
Selanjutnya, kiai Sa'id mengatakan bahwa bangsa-bangsa di Timur Tengah, saat ini sedang kehilangan pegangan. Mereka hanya melestarikan teologi dan ritual Islam.
“Mereka sedang mengalami krisis akhlaq atau moral. Sehingga, konflik yang memakan korban jiwa di sana itu tidak pernah selesai,” ujar kiai Sa'id.
Ketika ditanya oleh kiai Sa'id perihal agama sebelumnya, Russel menyatakan bahwa ia tidak beragama. “Saya seorang agnostik,” papar Russel.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agnostik adalah orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (Tuhan) itu tidak dapat diketahui dan tidak mungkin akan dapat diketahui.
Pensiunan salah satu bank di Amerika ini menyatakan bahwa belakangan terakhir ini, entah mengapa, ia terbesit untuk memeluk agama Islam.
“Entah kenapa saya terpikir begitu saja untuk masuk Islam. Disamping itu, saya punya banyak sahabat di Yogyakarta yang beragama muslim. Saya pelajari bahwa mereka menunjukkan etika dalam bergaul dan dalam menyikapi sesuatu,” kata Russel sebagaimana dilansir oleh NU Online.
Di akhir pertemuan, Kiai Sa'id menghadiahi buku petunjuk sholat, satu mushaf Al-Qur'an dan beberapa buku terkait Ahlussunah wal-Jama'ah kepada Russel.
* Sumber: nu.or.id
