Rakernas dan Rakornas LP. Ma'arif NU Siapkan Generasi Emas

muslimpribumi.com | Bandung - Ketua Umum PBNU, KH. Sa'id Aqil Siroj, membuka Rapat Kerja Nasional Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Rapat Koordinasi Satuan Kominatas (Sako) LP. Ma’arif NU di Hotel Jayakarta, Bandung, Selasa ini.

Pada kesempatan itu, kiai Sa'id menegaskan bahwa tugas lembaga pendidikan NU ini adalah menjaga umat melalui pendidikan kepada siswa-siswi agar menjadi orang yang wasathan (moderat). Dan untuk menjadi umat yang moderat, dibutuhkan kecerdasan yang berlebih dibanding kalangan ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

Selain itu, pengasuh Pesantren Ats-Staqafah itu juga meminta agar LP Ma’arif membuahkan generasi yang berperan sebagai penentu dalam berbagai bidang. Seperti bidang budaya, kemanusiaan, ekonomi, pertanian dan bidang-bidang lainnya.

Sebagai pembuka acara itu, kiai Sa'id memukul gong dengan disaksikan oleh Ketua LP. Ma’arif NU (H. Arifin Junaidi), Ketua Panitia Rakernas dan Rakornas (Saidah Sakwan), Sekretaris LP. Ma’arif NU (Harianto Oghi), Menteri Pemuda dan Olahraga (Imam Nahrawi), Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Muhadjir Effendi).

Rakernas dan Rakornas yang bertema "Outlook Indonesia 2030: Kontribusi Ma’arif NU dalam Menyiapkan Generasi Emas di 2030" itu dihadiri oleh perwakilan dari para pengurus LP. Ma’arif NU tingkat pusat dan 34 pengurus tingkat wilayah.

Kegiatan yang berlangsung hingga 1 Maret bulan depan ini merupakan upaya LP. Ma'arif NU untuk menyiapkan generasi emas pada tahun 2030 mendatang.

“Kenapa kita consern 2030? Karena saat itu, kita memasuki satu abad NU dan Ma'arif NU. Kita memiliki mandat berat. Sebab, hari ini kita memasuki era revolusi keempat, setelah revolusi industri, permesinan dan IT,” jelas Saidah Sakwan.

Menurut Saidah, saat ini sedang terjadi kegaduhan digital. Kalau NU tidak ikut gaduh, maka akan tertinggal di dunia digital society.

“Kita juga punya mandat kader Aswaja,” imbuhnya.

Mandat itu, lanjutnya, adalah bagaimana agar LP. Ma’arif NU bisa mengimplementasikan jargon "al-muhafadhotu 'ala qadimish-shalih wal-akhdu bil-jadidil-ashlah" dalam konteks pendidikan.

“Bagaimana mengembangkan roadmap kader kita ke depan? Dalam dua hari ini akan dibahas karakter bagaimana mencetak anak zaman now yang kuat Aswajanya,” tandas ketua Panitia itu. []
(Ed. Asb)


* Sumber: nu.or.id

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *