rumahnahdliyyin.com, Ternate - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), seperti diberitakan oleh antaranews.com, mengajak wisatawan supaya memilih Ternate apabila ingin melakukan kunjungan wisata religi pada bulan Romadlon nanti.
"Ternate adalah daerah kesultanan. Dan pada masa lampau merupakan pusat penyebaran Islam di Indonesia Timur. Jadi, sangat menarik menjadi tujuan wisata religi," kata Kepala Disbudpar Ternate, Samin Marsaoly, Selasa (24/04/2018).
Baca Juga: Peninggalan Islam Aceh Kurang Dipedulikan Selama Ini
Banyak objek wisata yang bisa menjadi tujuan wisata religi di Ternate. Diantaranya yaitu Masjid Kesultanan Ternate yang memiliki banyak kekhasan, baik dari segi arsitektur bangunan masjid maupun tradisi ibadah di masjid itu.
Menurut Samin, salah satu tradisi ibadah di Masjid Kesultanan Ternate yaitu setiap laki-laki yang sholat di masjid yang telah berusia 500 tahun lebih itu harus mengenakan celana panjang dan penutup kepala.
Selain itu, perempuan dilarang sholat di bangunan utama masjid serta digelar ritual tradisi ela-ela atau tradisi menyambut malam lailatul-qodar pada malam 27 Romadlon.
Baca Juga: Indonesia Kiblat Peradaban Islam Dunia
Di kedaton Kesultanan Ternate, imbuh Samin Marsaoly, juga dapat disaksikan berbagai peninggalan sejarah terkait Islam. Seperti Al-Qur'an yang ditulis dilembaran baja atau yang berupa tulisan tangan dan jubah yang konon merupakan hadiah dari raja di Arab kepada Sultan Ternate.
Di Ternate juga terdapat banyak makam bersejarah untuk diziarahi. Seperti makam para Sultan Ternate dan makam para wali yang pada zaman dulu menyebarkan Islam di berbagai lokasi di Ternate. Seperti di Kulaba yang setiap bulan Romadlon dikunjungi oleh ribuan peziarah.
Baca Juga: Walisongo dan Dakwah Metode Kambing
Samin menambahkan lagi bahwa pada bulan Romadlon di Ternate juga banyak kearifan lokal yang notabene warisan peninggalan para leluhur yang hingga kini masih dipertahankan. Seperti tradisi membangunkan warga untuk makan sahur yang dikenal dengan nama gendang sahur. Selain itu, juga banyak dijual menu berbuka puasa yang merupakan menu khas di daerah ini.
Selain situs-situs keislaman, objek wisata lainnya yang bisa dinikmati saat berkunjung di Ternate adalah berbagai peninggalan sejarah kolonial. Seperti benteng, cengkih afo atau cengkih tertua di dunia serta wisata bahari berupa keindahan pantai dan bawah laut.[]
(Redaksi RN)
