Kiai Said Jelaskan Kelebihan Al-Qur’an Kepada Muallaf


rumahnahdliyyin.com, Jakarta - Seorang pengusaha bernama Richard, Selasa malam kemarin, 6 Maret 2018, menyatakan masuk Islam di Masjid An-Nahdlah, Jakarta. Ketua Umum PBNU, KH. Sa'id Aqil Siroj, membimbingnya ketika membaca syahadat disela-sela kegiatan Istighosah dan Diskusi Publik yang digelar oleh Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa.

Dalam kesempatan ini, kiai Sa'id menyampaikan bahwa beragama Islam itu mudah. Setidaknya, harus meyakini bahwa Allah SWT. adalah Tuhan dan Nabi Muhammad SAW. adalah utusan-Nya. Dalam meyakini Allah SWT. ini, juga harus meyakini sifat-sifat-Nya yang diantaranya adalah tidak beristri, tidak beranak dan tidak berbapak.

Selain itu, kiai yang mengasuh Pondok Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu, juga menjelaskan kelebihan Al-Qur’an yang notabene merupakan kitab suci umat Islam.

Meski sudah hampir 1500 tahun usianya, namun kitab suci umat Islam tersebut tetap tidak berubah walau satu titik pun. Keaslian Al-Qur’an, imbuh kiai Sa'id, dijaga oleh ratusan ribu penghafalnya.

“Al-Qur’an mudah dihafal. Enak dihafal. Siapapun. Bukan hanya orang Arab. Orang Indonesia yang gak ngerti bahasa Arab, bisa ngafalin Al-Qur’an dengan cepat,” katanya.

Baca Juga:
KH. Sa'id Aqil Tuntun Syahadat Warga Amerika
Kiai Sa'id Tuntun Seorang Agnostik Amerika Masuk Islam

Kecepatan menghafal Al-Qur’an, belum tentu sama dengan kecepatan menghafal teks bahasa Arab lainnya.

Dari segi isi, Al-Qur’an selalu sesuai dengan temuan ilmu pengetahuan termutakhir. Misalnya, mengenai bumi yang bulat. Selain itu, kiai Sa'id juga mencontohkan tenggelamnya Fir'aun di Laut Merah yang kemudian badannya diselamatkan. Mengenai contoh yang terakhir ini, kiai lulusan Arab Saudi ini mengutip Surat At-Taubah ayat 92.

Pada ayat tersebut, Al-Qur’an membicarakan mengenai Fir'aun Ramses II yang tenggelam di Laut Merah dan badannya diselamatkan. Padahal, mumi Fir'aun baru ditemukan pada tahun 1898 M.

“Dalam suatu penelitian, badan Fir'aun disebutkan mengandung garam,” papar kiai Sa'id.

Dengan hasil penelitian yang dipimpin oleh ahli bedah Perancis, Maurice Bucaille, Fir'aun terbukti tenggelam di Laut Merah.

Setelah Richard mengucapkan dua kalimat syahadat dibawah bimbingan KH. Sa'id Aqil, kemudian dipanjatkanlah do'a yang dibawakan oleh wakil Rais 'Aam PBNU, yaitu KH. Miftahul Akhyar. Nama "Muhammad" pun kemudian diberikan kepada Richard oleh kiai Sa'id sebagai tambahan nama depan Richard. Walhasil, nama Richard pun sejak detik itu berganti menjadi Muhammad Richard.


* Sumber: nu.or.id

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *