Berbagi Tugas Menjaga Indonesia


muslimpribumi.com | Surabaya - Ribuan masyarakat Kota Surabaya dan para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, tumpah ruah di halaman kampus untuk mengikuti dan menyimak Mengaji Indonesia atau Mengasah Jati Diri Indonesia.

Mengaji Indonesia merupakan salah satu program terbaru Kemenag yang untuk kali perdananya digelar di UIN Sunan Ampel, Surabaya. Tampil sebagai host yaitu Menteri Agama sendiri, Lukman Hakim Saifuddin. Hadir juga dalam acara ini yaitu KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, Rosianna Silalahi (presenter senior) dan Abdul A'la (rektor UIN Surabaya).

Tema Mengaji Indonesia perdana ini mengusung tema "Islam Indonesia: Penebar Kedamaian". Dengan diiringi lantunan sholawat dari tim UIN Sunan Ampel, Surabaya, Mengaji Indonesia diawali dengan deru ribuan hadirin yang ikut bersholawat.

Acara yang digelar lesehan ini merupakan salah satu program utama Kemenag terkait mempromosikan Islam yang damai dan moderat.

KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, juga didapuk menjadi nara sumber. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, ini menyampaikan bahwa kita itu dari berbagai manusia yang mempunyai kedudukan berbeda-beda. Permasalahan-permasalahan tentang menjaga ke-Indonesia-an yang bermacam, menjaganya juga berbeda-beda.

“Ada persoalan-persoalan di masyarakat kita, paling saya hanya mampu ngomong atau menulis. Pemerintah berbeda, atau lain dengan saya. Kalau saya menghimbau, itu pantas. Tapi kalau pemerintah menghimbau, itu kurang pantas. (pemerintah) bisa melaksanakan, mempunyai wewenang,” jelas Gus Mus.

“(menangani ) persoalan-persoalan ini, pemerintah harus di depan. Karena yang mempunyai tanggung jawab melayani umat ini, hanya pemerintah. Jadi, soal halal haram, diskriminasi dan lainnya, kalau sekedar pak rektor, apalagi saya, itu tidak bisa,” lanjut Gus Mus kemudian.

Menurut Gus Mus, pemerintah harus tegas. Karena ini negara hukum, maka harus taat hukum, siapapun harus taat hukum.

“Jadi, harus ada yang langsung melakukan eksekusi karena memiliki wewenang. Ada yang mengimbau. Dan semuanya bareng-bareng mendandani rumah kita,” tambah Gus Mus lagi.

Dengan demikian, lanjut Gus Mus, kita saling mendukung untuk kepentingan Indonesia ini. Dalam rumah ini, tentu saja berbeda-beda, isinya macam-macam. Intinya sudah diajarkan agama, yaitu dengan rohmatan atau kasih sayang.

“Asal kita mendahulukan kasih sayang, kita tidak hanya akan masuk surga, tapi kita sudah di surga itu sendiri,” tandas Gus Mus. []
(Ed. Asb)


* Sumber: kemenag.go.id

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *