LTN NU dan Lazisnu Lombok Tengah Terbentuk


Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lombok Tengah, resmi membentuk dua lembaga baru dibawah kepengurusan PCNU Lombok Tengah, yaitu Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Lombok Tengah dan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Lombok Tengah.

Bertempat di Kantor PCNU Lombok Tengah, pada Jum'at lalu (3 Maret 2018), PCNU memandatkan pada Ahmad Jumaili, S. Pd.I dan Lalu M. Syamsul Arifin, S. Pd.I sebagai Ketua dan Sekretaris LTN NU Lombok Tengah dan pada Hamdan El-Haq, S. Pd.I, M. P.d.I bersama Muhammad Fahmi, M. Pd sebagai Ketua dan Sekretaris Lazisnu Lombok Tengah periode Kepengurusan 2016-2021. Sedangkan untuk bendahara, LTN NU dipegang oleh Ahmad Pahrurrozi, S. Sos.I dan Lazisnu dipegang oleh Mukminah, M. Pd.

Ketua PCNU Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri, S.Ip, yang juga Wakil Bupati Lombok Tengah, berpesan supaya para pengurus yang telah dimandati untuk mengurusi kedua lembaga ini segera bekerja cepat untuk membentuk divisi-divisi yang dibutuhkan serta menyusun program kerja yang realistis dan mampu dikerjakan.

"LTN NU akan segera memprogramkan pembuatan website informasi untuk PCNU dan penerbitan-penerbitan di Lombok Tengah. Begitu juga Lazisnu, akan segera bikin perwakilan Lazisnu di masing-masing MWC. Bangun komunikasi dan koordinasi dengan ulama'-ulama' kita di masing-masing MWC. Kalian sowan ke semua tokoh NU," ungkapnya saat koordinasi dengan dua lembaga ini disela-sela Rapat Panitia Perayaan Hari Lahir (HARLAH) NU Yang ke-92 di Praya, Sabtu lalu di Praya.

Lanjutnya, kedepan, semua database warga NU Lombok Tengah bisa dikelola dengan Baik. LTN NU dan Lazisnu bisa bekerja sama untuk membuat program pemberdayaan-pemberdayaan masyarakat yang lain, seperti pelatihan-pelatihan IT dan penulisan, penggalangan dana sosial bencana, kematian dan pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh di Lombok Tengah.

"Saya ingin semua warga NU punya Kartu NU (Kartanu). Dengan Kartanu ini, kita akan punya database besar yang dikelola oleh LTN sehingga pengelolaan apapun bisa kita kontrol," imbuhnya.

Dengan database seperti ini, tambahnya, setiap warga Nahdliyyin yang meninggal, akan dapat diberikan santunan kematian oleh warga NU sendiri. Begitu juga santunan yatim, tua jompo dan penyandang disabilitas.

"Setiap kematian, misalnya per-orang warga Nahdliyyin donasi atau sedekah sepuluh ribu atau lima ribu saja, dikalikan dengan jumlah Nahdliyyin yang ada di Lombok Tengah, wah, itu akan sangat dahsyat hasilnya" tandasnya.

Karenanya, Fathul sangat berharap, pengurus didua lembaga yang baru dibentuk ini, dapat bekerja secara maksimal dan ikhlas untuk perjuangan Nadlatul Ulama.

"Insya Allah, setiap perjuangan kita di Nahdlatul Ulama ini, betapapun kecilnya, akan mendapatkan berkah dari Allah. Alasannya cuma satu, karena kita mengurusi organisasi para ulama'," pungkasnya. []

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *