rumahnahdliyyin.com, Pattani - Selama satu minggu ini, yaitu 11-17 Maret 2018, mahasiswa program Beasiswa Bidikmisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung melakukan Student Mobility Program (SMP) di Fatoni University (FU), Thailand. Program yang diikuti oleh 72 mahasiswa Bidikmisi angkatan 2014 dan 2015 serta sembilan orang pendamping ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman agar mengetahui sistem pendidikan di Luar Negeri dan sekaligus tradisi keilmuannya.
Kedatangan mahasiswa ini diterima langsung oleh rektor Fatoni University, yaitu Prof. Dr. Ismaillutfi Japakiya, beserta civitas akademika lainnya. Dihadapan mereka, Prof. Ismailluthfi memaparkan makalah yang ditulis dengan Arab Pegon dengan judul 15 Sifat Hayati Jannati.
Baca Juga:
Keluarbiasaan Karya Arab Pegon Mbah Bisri
Indonesia Kiblat Peradaban Islam Dunia
“Antum semua sudah menjadi orang Inggris, sehingga hampir semua menggunakan bahasa Inggris dan melupakan Arab Pegon. Mari, kita budayakan dan kembangkan kembali (Arab pegon, red.) sebagai kekayaan intelektual kita,” pesan Prof. Ismail sebagaimana dilansir di laman resmi Kemenag, Kamis, 16 Maret 2018.
Rektor yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Majlis Kerjasama Antar Agama Thailand ini merasa senang dengan kunjungan mahasiswa Indonesia.
“Saya inginkan ada diantara kalian, 3-4 orang, yang dapat melanjutkan studi program Magister di kampus ini secara cuma-cuma,” pinta Prof. Ismail.
Baca Juga:
Dunia Berharap Kepada NU
Walisongo dan Da'wah Metode Kambing
Mahasiswa Fatoni University berasal dari 14 negara. Diantaranya yaitu dari Cina, Kamboja, Laos, Myanmar, Papua Nugini, Yordania, Arab Saudi dan juga Indonesia. Sedangkan untuk mahasiswa terbanyak berasal dari China dan Kamboja.
Ada sekitar 4000 mahasiswa di Universitas ini. Semuanya tersebar di empat fakultas yang ada, yaitu Fakultas Pengajian Islam dan Undang-Undang (PAI), Fakultas Sastra dan Sains Kemasyarakatan, Fakultas Sains dan Teknoligi dan Fakultas Pendidikan.
Baca Juga:
Tebuireng dan Gus Dur Dimata Profesor Jepang
Profesor Jepang Teliti Islam Nusantara
Ketua Jurusan (Kajur) Bahasa dan Sastra Melayu dan Indonesia, Fakultas Sastra dan Sains Kemasyarakatan di Universitas ini, Ku Ari, mengatakan bahwa sudah dua tahun terakhir ini pihaknya membuka konsentrasi Bahasa Indonesia. Bahkan, salah satu dosennya juga berasal dari Indonesia, yaitu dari Bantul, Jogjakarta.
Sedangkan Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ruchman Basori, mengatakan bahwa telah banyak juga putera-puteri Pattani yang mengambil studi melalui beasiswa di sejumlah PTKIN di Indonesia.[]
(Redaksi RN)
* Sumber: Kemenag.go.id
