Ciri Teroris di Medsos


rumahnahdliyyin.com, Jakarta - Hasanuddin Ali, Founder dan CEO Alvara Research Center, mengatakan sejumlah ciri-ciri kelompok radikal dan teroris yang bisa dikenali melalui media sosial.

“Mereka melakukan indoktrinasi dengan menanamkan nilai-nilai (tafsir) agama yang radikal, ekstrim dan tertutup tentang jihad dan khilafah,” katanya pada acara Diskusi Memperkuat Media Mainstream dalam Melakukan Kontranarasi, Rabu, 7 Maret 2018, di Hotel JS. Luwansa, Jakarta.

Ia juga menyebutkan bahwa melalui media sosial, kelompok-kelompok tersebut menggunakan ayat-ayat atau dalil, misalnya, untuk membenarkan pembunuhan.

“Ciri berikutnya adalah provokasi. Mereka membangkitkan kebencian, kemarahan, permusuhan atau anti terhadap NKRI serta seruan untuk jihad, i’dad (latihan) dan hijrah,” lanjutnya pada kegiatan yang diinisiasi oleh Wahid Foundation itu.

Selain itu, kelompok-kelompok tersebut juga melakukan pelecehan terhadap negara.

“Penghinaan terhadap simbol-simbol atau lembaga negara, seperti presiden/wakil presiden, konstitusi, Pancasila, UUD '45, TNI/Polri, Densus 88 dan BNPT,” ujarnya lagi.

Melalui media sosial, kelompok-kelompok radikal juga membagikan materi pelatihan (‘idad). Seperti cara merakit bom, senjata api, rompi peledak ranjau jalan, sangkur beracun, membobol ATM, taktik perang dan strategi kemiliteran.

Tidak hanya itu, mereka juga melakukan jual beli senjata.

“Memperjual belikan berbagai macam jenis senjata api (senpi). Senapan angin (sengin), samurai (katana), pisau, golok, panah,” kata penulis buku Millenial Nusantara itu.

Secara terbuka, mereka pun melakukan aksi penggalangan dana yang bisa jadi untuk mendukung aksi teror yang mereka sebut dengan amaliyah.

Yang terakhir, mereka juga menyebarkan ancaman pembunuhan terhadap anggota TNI/Polri atau orang lain yang dicap kafir.

Ali meminta masyarakat untuk waspada. Sebab, pengguna internet di Indonesia sangat tinggi.

"Dari 262 juta penduduk Indonesia, 146, 26 juta atau 54,68 persen penduduk mengakses internet," jelasnya Ali.

Dari angka tersebut, 87,13 persen menggunakannya untuk media sosial yang mana 83,4 persen dari keseluruhan pengguna itu adalah generasi milenial. []


* Sumber: nu.or.id

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *