rumahnahdliyyin.com - Ketika bangsa mengalami bencana, baik bencana alam, bencana sosial maupun bencana terkait carut-marutnya kepemimpinan nasional, masyarakat Muslim di Indonesia--khususnya kalangan pesantren dan warga NU--terbiasa melaksanakan Istighotsah dalam rangka memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.
Dzikir dan do'a yang terdapat dalam Istighotsah, disusun pertama kali oleh KH. Muhammad Romli Tamim, Jombang, yang kemudian disepakati oleh para kiai sepuh NU dijadikan sebagai bacaan baku secara turun-temurun hingga sekarang.
Baca Juga: Buku Tarekat dan Semangat Nasionalisme Dibagi Gratis
KH. Ishomuddin Ma'shum, telah menulis buku tentang Sejarah dan Keutamaan Istighotsah yang baru-baru ini telah diterbitkan oleh LTN Pustaka PWLTN NU Jawa Timur. Buku ini mengulas dengan sangat menarik mengenai sejarah penyusunan Istighotsah dan perkembangannya dengan disertai kisah-kisah inspiratif yang penuh hikmah.
Buku ini, dengan cukup mendalam, juga mengungkap rahasia dan keutamaan dzikir dalam Istighotsah berdasarkan Al-Qur'an, Hadits dan pendapat para Ulama' Ahlussunnah wal-Jama'ah (Aswaja). Selain itu, buku ini sekaligus juga menjawab secara ilmiah tuduhan kelompok-kelompok tertentu yang telah meyakini adanya unsur-unsur bid’ah dan kesesatan didalam Istighotsah.
Baca Juga: LTN NU Lampung Terbitkan Dua Buku Dalam Satu Periode
Ini beberapa endorsmen dari para kiai terhadap buku tersebut.
“Tradisi Istighotsah adalah tradisi yang baik yang telah diwariskan oleh para kiai pesantren dan NU. Maka, jadikan buku ini sebagai langkah awal untuk mengenalnya, sehingga kita senang menjadikannya sebagai washilah ruhiyyah agar semakin dekat dengan Allah SWT., hingga memperoleh kedamaian jiwa bersama-Nya.” KH. Anwar Manshur (Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur).
Baca Juga: Al-Muna; Kitab Terjemah Pegon Nadhom Asmaul Husna Karya Gus Mus
"Istighotsah adalah sarana seorang hamba untuk mendekat--sekaligus memohon--kepada Allah SWT. agar semua impian dan keinginan dapat dikabulkan. Istilah ini tidaklah asing bagi kalangan pesantren dan NU. Termasuk bagi para pengikut tarekat di Indonesia. Tapi, kita semua hampir tidak tahu, siapakah sebenarnya yang terlibat menyusun bacaan-bacaan Istighotsah. Hingga dalam setiap acara Istighatsah, dipastikan bacaannya sama. Karenanya, buku ini layak dibaca sebab menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus memberikan penjelasan sejarah dan keutamaan-keutamaan dalam setiap bacaanya Istighotsah." KH. Sholeh Qosim (Pengasuh PP. Bahauddin Sepanjang, Sidoarjo).
Mengenai keterangan buku secara lengkap, yaitu:
- Judul: Sejarah dan Keutamaan Istighotsah
- Penulis: KH. Ishomuddin Ma'shum
- Pengantar: KH. Tamim Romli
- Editor: Wasid Manshur
- Penerbit: LTN Pustaka PWLTN NU Jatim
- Tebal: 136 halaman
- Pemesanan: 085230702045
[]
