muslimpribumi.com | Asmat - Kegiatan Jama'ah Dzikir dan Ta'lim Baitul Akkad, malam ini berlangsung di Masjid Saiful Bukhori, Kampung Mbait-Cemenes, Distrik Agats, Kab. Asmat, Papua. Jama'ah yang terbentuknya diprakarsai oleh PCNU Kab. Asmat, dua tahun lalu ini, mengalami kemajuan.
Kalau dulu kegiatannya hanya Yasinan dan Tahlilan, kini kegiatannya juga ada materi ngajinya. Kalau dulu kegiatannya hanya berlangsung dirumah-rumah warga dengan cara bergilir tiap malam jum'atnya, kini sudah menjamah ke dalam masjid meskipun hanya sebulan sekali.
Pada kali ini, yang bertugas sebagai pengampu ngaji adalah ustadz Hafid Abdullah yang dimoderatori oleh ustadz Masruri. Adapun materi yang dibawakan yaitu bidang Fiqh dan membahas soal rukun-rukun sholat.
Dalam membawakan materi, ustadz Hafid yang juga sekretaris PCNU Kab. Asmat ini, mendasarkan apa yang disampaikannya kali ini pada kitab Fathul Qorib dan sesekali menukil hadits-hadits dari kitab Bulughul Marom.
"Saya harus menukil beberapa hadits dalam penjelasan yang saya sampaikan. Sebab, beberapa masyarakat di sini sering bertanya dalil," jelas ustadz Hafid.
Alumni pondok pesantren Darul 'Ulum, Peterongan, dan pondok pesantren Fathul 'Ulum, Pare, Kediri, ini, sesekali juga berdiri untuk mempraktekkan bagaimana caranya ruku', i'tidal, sujud dan hal-hal lainnya yang perlu untuk dipraktekkan.
Dalam kegiatan ini, juga disediakan sesi tanya-jawab selepas materi dipaparkan. Selain ustadz Hafid, beberapa hadirin juga dipersilakan untuk menambahi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Seperti H. Samsul Bahrun, ketua PKM Masjid Saiful Bukhori, yang menambahi jawaban dari pertanyaan hadirin tentang gerakan-gerakan yang membatalkan sholat.
"Kalau gerakan tangan untuk takbirotul ihrom itu, kan, gerakan sholat. Yang dimaksud dengan gerakan yang membatalkan sholat itu gerakan yang tidak termasuk dalam gerakan sholat," jelas H. Samsul.
Kemajuan ini sangat perlu dan harus diapresiasi. Selain karena program kegiatannya yang--mohon maaf--sangat luar biasa untuk ukuran di Papua, juga karena keistiqomahan para penggeraknya yang lebih harus diacungi banyak jempol.
Dengan adanya ngaji seperti ini, harapan PCNU Kab. Asmat adalah supaya bisa membumikan ajaran Aswaja An-Nahdliyyah di Asmat khususnya dan di bumi Papua pada umumnya.
"Ini merupakan salah satu strategi dari PCNU Kab. Asmat dalam membendung banyaknya aliran Islam yang tidak jelas di sini. Bisa dikatakan, inilah benteng Aswaja di Asmat," urai ustadz Hafid.
Akhirnya, mari kita do'akan semoga kegiatan yang sangat baik ini senantiasa diberi kelancaran dan kemudahan oleh Allah Sang Maha Baik. []
(Asb)
