rumahnahdliyyin.com, Semarang - KH. Ahmad Mustofa Bisri atau yang lebih akrab disapa dengan Gus Mus, Kamis, 29 Maret 2018, menerima penghargaan dari kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). Gus Mus diberikan anugerah Upakarti Parama Bhujangga karena dinilai telah memberi kontribusi besar dibidang kesusastraan di Indonesia.
Baca Juga: Gus Mus Raih Yap Thiam Hien Award 2017
Rektor Unnes Faturrokhman mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan karena dua sosok itu dinilai telah memberikan kontribusi nyata sesuai visi dan misi Unnes.
"Gus Mus itu seorang ulama, budayawan, sastrawan. Beliau aset nasional yang (berhasil) menembus dunia. Dan itu sekarang mulai jarang," kata Fatur seusai peringatan Dies Natalis, siang tadi, sebagaimana dilansir oleh kompas.com.
Unnes berharap, nilai yang dimiliki Gus Mus dapat diikuti oleh masyakat diberbagai elemen.
"Biar menjadi motivasi agar diikuti sastrawan, budayawan di Indonesia," imbuh Fatur.
Baik Gus Mus maupun Hendrar, menerima penghargaan langsung dari Unnes. Gus Mus bahkan sempat mengangkat penghargaan itu hingga membuat suasana di auditorium menjadi gemuruh.
Baca Juga: Gus Mus: Berbagi Tugas Menjaga Idonesia
Selepas acara selesai, Gus Mus mengatakan bahwa penghargaan itu terlalu berlebihan bagi dirinya. Namun, bagi Hendrar Prihadi sangat tepat.
"Untuk Wali Kota itu pas. Kalau untuk saya sendiri, itu lebay," tutur budayawan yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, itu.[]
Editor : Redaksi RN
Sumber : kompas.com
